RANGKUMAN "Andai saya Jokowi..."
Sejak 2014, Jokowi sudah memulai sebuah perubahan besar. Pembangunan pondasinya belum benar-benar selesai dalam 10 tahun ini. Akan besar sekali kerugian negara jika pondasi itu dibongkar kembali.
Jika pemerintah selanjutnya mengubah lagi arah pembangunan, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membangun pondasi lagi.
Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha.
Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya.
Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan Jokowi secara pribadi. Hal ini seharusnya tidak terjadi.
Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang Jokowi. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar.
Tujuan Jokowi melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu pembangunan yang sudah jelas arahnya ini, tidak berubah-ubah lagi.
Jokowo rela dituduh melanggar etika, bangun politik dinasti, atau yang lain. Baginya nama dia tak penting, yang penting negara ini mencapai tujuan pembangunannya.
Jokowi tak mungkin menjelaskan ini secara terbuka ke publik. Namun ketika orang-orang hebat di negara ini seperti SBY, Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, Fahri Hamzah, Budiman Sudjatmiko, Sri Mulyani, LBP, dan orang-orang hebat lain telah mengetahui dan menyetujui niat baiknya, Jokowi tak perlu ragu lagi untuk ambil langkah itu. Meski berisiko dituduh dengan banyak tudingan negatif.
Prabowo adalah pilihan terbaik sebagai Presiden yang melanjutkan Jokowi. Bukan karena ada Gibran di sana. Melainkan karena Prabowo-lah satu-satunya yang selain punya kapasitas secara politik, juga berkomitmen penuh melanjutkan apa yang telah dibangun Jokowi.
Lalu kenapa Gibran harus ikut menjadi cawapres? Itu karena Jokowi ingin memastikan bahwa RAKYAT YANG PERCAYA ke Jokowi, akan memilih Prabowo-Gibran tanpa perlu Jokowi perintahkan.
Perubahan sudah dimulai Jokowi sejak tahun 2014. Sekarang arah pembangunan sudah terlihat akan ke mana dan seperti apa.
Apakah masih ada hal buruk selama 10 tahun terakhir? Tentu masih ada. Bangsa kita cukup besar untuk bisa kita ubah dalam sekejap mata.
Pergantian kepemimpinan nasional, bukan mengubah arah pembangunan. Pergantian kepemimpinan nasional adalah melanjutkan apa yang sudah baik, sambil memperbaiki apa yang masih belum baik.
Ini bukan tentang Jokowi. Apalagi tentang keluarganya. Ini tentang Indonesia yang lebih baik.
Bersliweran twit yg "meremehkan" apa yg terjadi pada orde. Gw pengen berbagi apa yg gw rasakan tumbuh di masa orde baru.
Suatu POV
Saya tumbuh pd masa orde baru yg dgn kondisi ekonomi stabil, dg PELITA menuju lepas landas.
@hiday15389@Kickyn1@hasyimmah Dibawah pemimpin yg baik, anak buah bodoh pun ada gunanya. Tp dibawah pemimpin yg bodoh , pasukan terbaik pun kocar kacir.
Sosok pemimpin itu penting ,bung.
@encenecne@sunarto__@kegblgnunfaedh Ya iyalah kalo uda liat kondisi bs membahayakan diri sendiri, masa mau diem aja?segera ambil tindakanlah....masa mau mati konyol?