Kapan ya Rakyat Indonesia sadar, kita itu lagi dimiskinkan secara struktural. Mau kerja sekeras apa pun, you can only have this much. Nggak bakal bisa lebih kaya dari ini unless you play dirty like those mfs do.
@heywannaknoww Dua duanya kalah sama prabs
Gunung meletus, hutan dibakar, diguncang gempa, dilanda kekeringan, tapi prabs tak sedikitpun terusik, dia tetap dgaf ๐คฃ
Pernah dapet seperti ini:
1. Kalau hari ini kita masih diizinkan bangun, mungkin ada kebaikan besar yang sedang Allah titipkan lewat hidup kita, Jadi, jangan buru-buru menyerah ya. Tugas kita belum selesai.
2. "Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia." (QS. Al-Ma'idah: 32), Dan ketika kita masih memilih untuk memelihara hidup kita, Allah sangat berterima kasih pada kita
3. Dan kita mungkin juga sedang memelihara hidup orang tua, pasangan, anak, atau orang lain yang membutuhkan kita. Makasih untuk diri kita memilih bertahan. Allah nggak pernah menyia-nyiakan kebaikan kita
4. Sekali lagi, Allah nggak pernah menyia-nyiakan kebaika kita. Dia adalah Asy-Syakur, Dzat Yang Maha Mensyukuri, Maha Menghargai.
Mau cerita pas submit OCR, tadi X kasih 20 pilihan kontennya cuma konten di 2 hari dimana gue lagi ngga terlalu effort ngetwit.
Jadi gue bingung banget pilih 10 konten originalnya. Beberapa twit yang gue yakin bakal lolos malah ngga dijadiin pilihan wkwk.
Bener-bener random banget pilihannya. Mari kita pasrah aja wkwk
3 ๐๐ฒ๐ป๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ธ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐๐ฒ๐บ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฎ๐๐๐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฐ๐๐ป๐ฎ๐ป ๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป
Beberapa hari ini beredar di media sosial mengenai hasil pemeriksaan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, detailnya kurang lebih:
Nasi = Bacillus cereus
Ikan = Staphylococcus aureus
Melon = Escherichia coli
Sampel muntahan = Staphylococcus aureus
Yuk kita bahas masing-masing bakterinya!
Lu kemana aja baru nyadar? masyarakat udah banyak yg marah dari kemaren-kemaren kaga pada dengerin, budek semua
Bahkan Enam bulan sebelum MBG resmi jalan, program ini sudah dikaji sama CELIOS
Poinnya bukan menu, tapi desain programnya.
-Fokus pertama bukan resep makanan, melainkan siapa yang pegang SPPG, mereka khawatir dapur jatuh ke vendor atau yayasan yang dekat dengan politik, sehingga kontrak dan pengawasan jadi bias.
-Fokus kedua soal angka. Pemerintah pasang target 82 juta, sementara olahan data BPS untuk masyarakat miskin 3T, ibu hamil, dan balita yang benar-benar butuh hanya sekitar 26 juta, jadi soalnya bukan anak perlu makan atau tidak, tapi apakah program ini untuk yang paling rentan atau justru terlalu melebar kemana-mana.
-Fokus ketiga soal modelnya. Dapur besar tersentralisasi dinilai rawan boros dan bocor, mereka minta pelaksanaannya diserahkan ke sekolah, komunitas, atau kantin lokal, bukan dikuasai vendor tertentu.
Dan itu sudah dikaji, lu lu orang pada kaga mau pada respon kajiannnya boro-boro respon dengerin atau baca juga kaga kajiannya.
Apaan lagi sih ini BANGSAT? ini beneran wajib?
pemerintah mau semua orang punya rekening, airlangga bilangnya rekening koran, dari namanya aja udah apa ya sedikit ngelantur, kata dia biar inklusi keuangan, padahal angkanya udah 93 persen, nih jadi yang kurang rekening atau yang kurang duitnya?
terus datanya dari dukcapil, nik dihubunhkan ke BI nyambung QRIS, BANK bri sama bsi yang disuruh,
Tapi kekhawatiran gw rekening yang dibikinin negara itu bukan tabungan doang, itu kaya jejak ga sih, nanti bansos katanya juga masuk ke situ,
Katanya juga yang umur 17 dapat ktp sekalian dikasih nomor rekening, keren sih, tapi siapa yang mau jaga? siapa yang boleh buka mutasinya? kalau dipake orang lain, salahnya siapa?
Bukan anti program pemerintah, Gw kaya udah ga percaya aja sama program pemerintah yang buru buru dibuat gitu, aturannya belakangan, ya kaya modelan MBG sama kopdes aja yg buru-buru bangat di laksanain.
Dan satu lagi siapa yang pegang knopnya?