Awalnya, semua itu memang tentang Sumatera.
Sebuah bentuk kepedulian dan doa untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Namun ketika spanduk raksasa bertuliskan “THIS COUNTRY IS IN EMERGENCY” terbentang di tribun selatan Stadion Maguwoharjo, maknanya terasa lebih luas dari sekadar dukungan untuk satu daerah.
Sore itu tribun memang tidak sepenuh biasanya. Hari kerja membuat banyak orang masih tertahan oleh pekerjaan, perjalanan pulang, dan berbagai kesibukan di luar stadion. Tapi justru di tengah tribun yang tidak terlalu ramai itu, pesannya terasa semakin jelas.
Karena tanpa sadar, banyak orang merasa kalimat itu terlalu menggambarkan Indonesia hari ini. Negeri yang belakangan terasa makin berat dijalani. Kabar demi kabar datang tanpa benar-benar membawa tenang, sementara rakyat perlahan makin terbiasa hidup dalam keresahan.
Lalu lagu itu dinyanyikan bersama.
“Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati
Air matanya berlinang, mas intannya terkenang”
Dan seketika, tribun terasa berubah. Bukan karena nyanyiannya pelan, tapi karena lirik itu terdengar terlalu dekat dengan kenyataan yang sedang dirasakan banyak orang hari ini.
Mungkin itu sebabnya sore itu terasa berbeda. Karena untuk beberapa menit, tribun selatan Maguwoharjo tidak hanya bernyanyi untuk Sumatera, tapi juga seperti sedang menyuarakan keresahan yang selama ini dirasakan banyak orang.
Di tribun, sepak bola sekali lagi bukan cuma soal pertandingan. Kadang, tribun menjadi tempat di mana suara rakyat terdengar paling jujur.
Awalnya memang tentang Sumatera. Tapi semakin lagu itu dinyanyikan, semakin terasa bahwa yang sedang bersusah hati hari ini bukan cuma satu daerah.
Melainkan satu negara.
#PSS #BCSxPSS
#MatchAmbience PSS vs Garudayaksa
Final Pegadaian Championship Liga 2
Maguwoharjo • Mei, 9th 2026
Akhir dari perjalanan di Liga 2. Anti-klimaks. Tapi, kami menunjukkan bahwa hati lebih dari ini, menemani jatuh sampai bangkit lagi. Muaranya ke tempat selayaknya kami kembali.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
H-1. Persiapkan segalanya dengan matang. OTW gasik, sing do budhal rombongan tulung rasah enten-entenan. Jalanan dan stadion akan penuh sesak oleh Sleman Fans, silahkan disiasati dengan baik.
Masuk 45 menit sebelum babak pertama dimulai. MASUK! DUDU OTW👍🏻
Ini SANGAT ANEH - tidak lakukan kewajiban tapi tetap diberikan uang.
Rp 6 juta per hari berarti uang rakyat diberikan kepada dapur SPPG Rp 180 juta per bulan.
Sampai kapan kita diam membiarkan kegilaan merampok uang negara ini ?
Siapa sih yang gak bahagia lihat tim punya vibes sangat positif kayak gini? Dari mimik wajah, gerak tubuh, dan aura yang dikeluarkan, tidak ada keraguan sama sekali dalam diri mereka.
Tim dan pendukung sangat mesra 🫂
📽️: Tiktok Lailanisi_