Harus diakui bahwa yang menyebabkan kecilnya yield di sektor kos-kosan dan property in general adalah tingginya valuasi harga property.
Semakin banyak orang yang menyadari bahwa yield dari sektor property itu tidak atraktif baik maka akan mendorong normalisasi harga property.
Mencoba untuk berpikir melawan arus dalam pembahasan viral soal yield dalam bikin kos-kosan ini yg imbasnya, ke sektor usaha lain jg akhirnya dihitung yield semua.
Bayangkan kalau hampir semua orang tiba-tiba jadi super rasional menghitung yield dan opportunity cost.
Mereka berpikir: “Kos-kosan projected yield bersih cuma 3–5% setelah OPEX dan risiko, padahal SBN aman 6.8%+, RDPU bisa 7%an, deposito plus leverage reksa dana potensinya lebih tinggi. Ribet nagih sewa, renovasi, banjir, penyewa bandel, dana terkunci lama—mending parkir di instrumen pasar modal aja, compounding tenang tanpa drama.”
Kalau pola pikir ini menyebar luas ke kalangan menengah yang biasa beli tanah atau kos di pinggiran kampus dan kota tier-2 & tier-3, dampaknya langsung terasa. Developer kecil sepi order, kontraktor renovasi kos lesu, tukang bangunan dan toko material omzet anjlok, penjaga kos, warung makan, laundry, fotokopi, ojek pangkalan sekitar kampus ikut sepi karena penyewa berkurang drastis.
Uang di level mikro riil berputar lebih lambat, banyak UMKM lokal tutup, pengangguran naik, konsumsi rumah tangga makin lesu, roda ekonomi bawah tambah berat berjalan.
Intinya, kalau semua terlalu fokus yield individu dan mengabaikan multiplier effect dari properti riil (meski yield-nya jelek), yang paling terdampak justru lapisan ekonomi mikro di bawahnya, bukan hanya pemilik kos.
Kadang “kurang optimal” secara pribadi tapi tetap memutar uang di sektor riil itu malah menjaga roda bawah tetap hidup.
Worth nggak membiarkan sebagian orang masih FOMO properti supaya ekonomi mikro nggak mati total? Atau lebih baik semua pindah ke instrumen finansial yang lebih efisien? 🤔
Thru the good and the bad
The highs and the lows..
The $Troll community is the most resilient group I’ve been apart of.
Want to see us all win together.
That time will come
Troll is forever.
One day soon, scars will be no more for those who are in Christ. Broken bodies will be healed. The internal battle will be silenced. Faith will become sight.
"The Lord said to Moses, ‘Pharaoh will not listen to you, that my wonders may be multiplied in the land of Egypt.’" Exodus 11:9. Neither would Herod or Pilate use their power to save Jesus, for God had wonders to perform for the salvation of his people.
😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
😡😡😡😡😡😥😡😡😡😡😡
😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
How would you change this ending?
1 in 3 students aged 13-15 experience bullying. Every child has a right to be safe. #ENDviolence online. #SaferInternetDay
3. Jika tidak bisa menghindari untuk membuang makanan, lebih baik dikumpulkan untuk bisa dijadikan media tanam. hanya jika tidak bisa menghindari untuk membuang makanan. ingat makanan sangat berharga di daerah dan belahan dunia lain bahkan orang sampai bertaruh nyawa.
300 kg/person/year = 0.82 kg/person/day
1. Sebaiknya saat kita belanja produk makanan kita telah memiliki rencana kapan akan mengonsumsi makanan itu. Kesalahan yang sering saya lakukan adalah kebiasaan menyimpan makanan di kulkas sampai habis masa berlakunya.