@tanpafollower@EkajayaMobil@blaugrana1O Kalo si cewek paham investasi sih malah sangat mungkin untuk nyicil, daripada beli Mobil cash 3digit, mending kredit dengan bunga 0%, lalu uang-nya dimasukkan ke instrumen investasi, hasil investasi perbulannya bisa buat nyicil mobil. Uang utuh + mobil.
X sekarang bukanlah Twitter yang dulu, tidak se-organic dahulu kala, X sekarang diisi orang-orang kapitalis, mengejar uang, mengejar popularitas, penuh manipulasi dan hinaan. But, iβm still here #MyXAnniversary
@kafiradikalis Jadi makin ngerti kenapa di akhir zaman Dajjal banyak pengikutnya. Karena sekarang kebohongan yang tampak nyata aja masih banyak pengikutnya.
@zahwaisl Ini murni karena sistem bisnis manufaktur. Namanya Cross-border manufacturing atau global supply chain. Strategi bisnis di mana produksi barang dilakukan di satu negara, tetapi produk dijual di negara lain.
Pabrik tsbt masuk ke Kawasan Berikat, dimana hasil produk wajib di Export
@Binsaragih1@zahwaisl Yup, salah satunya emang karena upah kegedean, jadi margin yg didapet cuma kecil. Makanya banyak yang pindah ke Jateng ato Jatim. Bahkan pindah ke Bangla ato Vietnam
@Diablozeroo @deeer_snow@zahwaisl Bener, SDM kita memang mampu dan fullskill. Kita hanya kurang di alat produksi yg modern, support pemerintah dan pemasarannya.
@zahwaisl SDM kita memang mampu dan skilfull, tapi dalam konteks produksi masal dan ekspor itu kita terbatas dengan minimnya alat/mesin produksi dengan teknologi yg modern. Kalo Brand bagus yg prod di Indo mereka punya SOP alat dan quality, jd prodk akan trjga dmnpun negara yg memproduksi
@ifzn23@zahwaisl Namun setiap sistem pasti ada celahnya. Ada karyawan yg berhasil menyelundupkan/mencuri dan di jual di Indo dgn harga miring. Ada yg berhasil jual produk riject.
@zahwaisl Salah satu alasan g bisa dijual dalam negeri karena UU nya udah beda. Misal nih mau dijual lokal, nanti hasil produk akan dihitung ulang ppn-nya dan dianggap produk import.