bagian terpilu dari anak yang selalu memeluk dan memendam segala lukanya sendiri adalah di saat ia sesekali ingin menunjukan lelahnya, tapi beberapa orang sibuk mengatakan “jgn banyak mengeluh, coba lebih bisa bersyukur atas hidupmu” 🙂
Hampir sekardus disemutin sampe berlubang semua bungkusnya. Kalo cuma satu bungkus trus diabisin mah gapapa ikhlas, lah ini semuanya dilubangin maruk banget bjir. Mana ini rencananya buat dikasi ke audiens besok pas semhas, udah ga layak dikasi orang inimah😢
Jahat, gak sopan dan childish. Menurut gua no closure is closure tuh gak ada, itu mah lack of respect. Sesimple jelasin aja gak bisa? payah. Kalo emang merasa belum dewasa dan belum bisa berkomunikasi dengan baik, gak usah mulai hubungan sama orang. Mungkin sama kambing aja
i think long-term stress changes people quietly. you become less expressive, less excited, more tired, more detached, until one day you barely recognize the version of yourself that existed before survival mode.
Semoga anakku nanti merasakan seperti ryul. Yang trabas aja karena lawannya adalah pikiran dan kepercayaan dirinya sendiri, bkn seperti kebanyakan dari kita yg lawannya adalah ekonomi dan problematika kehidupan 🥹😔