Guys, viral banget kemarin Malaysia katanya berani keluar dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Netizen Indonesia langsung geger muji-muji Malaysia macan Asia, ngata-ngatain Indonesia pengecut, budak Trump, tidak punya nyali.
Tapi ada satu pertanyaan sederhana yang tidak ada yang tanya apa betul Malaysia keluar?
Kata bennix
Jawabannya tidak.
Sama sekali tidak.
Menteri Perdagangan Malaysia yang baru, Johari Abdul Ghani, memang sempat ngomong Malaysia membatalkan perjanjian ATR dengan Amerika.
Media Malaysia langsung ramai.
Media Indonesia ikut sebar tanpa verifikasi.
Netizen Indonesia ikut-ikutan.
Tapi beberapa hari kemudian Kementerian Perdagangan Malaysia sendiri yang menarik pernyataan itu.
Salah ngomong katanya.
Dan Washington secara resmi bilang mereka tidak menerima notifikasi apapun dari kantor Perdana Menteri Malaysia soal withdrawal.
Artinya Malaysia tidak kemana-mana.
Malaysia tetap terikat perjanjian itu.
Dan ini yang bikin tambah memalukan.
Isi perjanjian Malaysia dengan Amerika itu jauh lebih berat dari Indonesia.
Malaysia harus beli semikonduktor 150 miliar dolar, impor LNG Amerika, investasi di Amerika, beli 60 pesawat Boeing.
Total kewajibannya sekitar 4.000 triliun rupiah. Sedangkan Indonesia hanya sekitar 571 triliun dan sebagian besar untuk impor LNG, minyak, kedelai, dan gandum yang memang sudah kita impor dari Amerika bahkan sebelum ada tekanan tarif Trump. Tidak ada yang berubah untuk Indonesia.
Jadi Malaysia yang dijual ke Amerika seharga 4.000 triliun justru yang dimuji sebagai macan Asia. Sedangkan Indonesia yang dapat deal jauh lebih ringan malah dihina sebagai pengecut.
kalau ada narasi dari luar yang tiba-tiba bikin rakyat Indonesia ramai menghina negaranya sendiri itu adalah sinyal paling jelas bahwa ada sesuatu yang perlu dipertanyakan sebelum ikut ramai.
BREAKING: A network of about 500 groups, with an estimated $3 billion in combined annual revenue, is behind the coordinated nationwide โNo Kingsโ protest, including the Soros network.
Iโm working on a longer article about the state of Malaysian football ๐ฒ๐พ and the struggles it faces
No publication date yet, but Iโm working on it ; one of my priorities this year is to publish more investigative pieces on Asian football, as whatโs happening is completely abnormal (Afghanistan ๐ฆ๐ซ, India ๐ฎ๐ณ, Laos ๐ฑ๐ฆ, Sri Lanka ๐ฑ๐ฐ and so many other football associations...)
Saya masih gak paham dinamika antara muslim seluruh dunia, Iran, Palestina, dan negara-negara arab.
Dari yang saya baca dan pahami, banyak muslim di media sosial "gak suka" sama Iran, dengan salah satu alasannya Iran (atau mungkin rezimnya) adalah Syiah.
Ok fair point ya
Tapi (sepengetahuan saya), hanya Iran yang berani stand up against Israel dan bener berani ngelawan. Yang lain kalaupun mengutuk, ya kesannya loyo.
Ini saya lihat di level negara. Kalau level individual, kita paham lah semua sepakat mengecam Israel dan zionisme.
Tapi saya juga sering dengar di medsos bahwa saat Iran "melawan" Israel, itu bukan karena Islam atau persaudaraan dengan Palestina, melainkan "kepentingan"nya Iran doang...dan ini dikatakan oleh saudara-saudara muslim yang sunni
Saya juga gak paham politik di timur tengah, mau mempelajari terlalu banyak simpang siur.
Tapi yang saya amati, kebencian akan Syiah (yang direpresentasikan Iran), mengalahkan "stance" kita terhadap Israel (yang emang kelakuannya tengil) dan solidaritas terhadap saudara kita di Palestina yang segitu di-oppress sama zionis
Kalau ada yang paham, boleh jelasin dong. Atau kasih saya sumber bacaan yang bisa saya percaya deh
Jangan karena kawan kita dari negeri jiran Malaysia turut membantu dg kirim bantuan beberapa ton, lantas tutup mata atas apa yg sudah diperbuat pemerintah Indonesia.
Bantuan sdh bolak balik dari Jakarta ke Aceh, juga TNI sudah dideploy dengan segala alat bantuan, juga bawa makanan dan obat2an, bahkan anak2 kami dari Kedokteran Unhan, insya Allah hari ini diturunkan juga ke Aceh, koq memfitnah pemerintah tutup mata?
Jangan begitu kali lah.
Jika mau kritik, maka kritik lah sesuai data dan fakta, jangan pula sebarkan hoaks. Dibaca rakyat Malaysia pun mereka tidak akan suka.