@CourageousAyato Kei remained silent for a moment, trying to remember a coffee shop nearby. “Oh, when you reach the three-way intersection ahead, just turn left.” The tall lad said, adjusting his glasses.
“Not far from there, you'll find a coffee shop named 𝘔𝘢𝘮𝘦𝘣𝘰, on the right.”
2DAU! : halo. saya baru di sini dan ingin mencari teman baru! kalian bisa jatuhkan kata kunci dan bahasa yang diinginkan.
kalian juga diperbolehkan untuk merepost cuitan ini untuk berinteraksi di lain waktu.
— Canon
@2DRP_AU Merasakan ada yang menarik pakaiannya dari bawah, sorot mata pria jenjang itu reflek tertuju ke bawah——ah, seorang cilik.
���Maaf, aku tidak kenal yang namanya Lili.”
@redeyedspecters 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘵𝘶. Ingin dirinya berkata demikian, namun entah mengapa, ia memutuskan untuk mengurungkannya saja.
“Kamu sudah tau jawabannya.” Kacamata yang menurun mulai dibetulkan.
“Ada perlu apa denganku ya?”
⠀
menuju sebuah laptop yang sedari tadi mengunci fokusmu.
“Sibuk betul ya mbak? Rehat dulu coba sejenak sambil minum. Pasti capek. Atau mbak juga mau pesan kue?”
( @forlournheart )
⠀
⠀
Tapi mbak tetap mesan kopi, kan? Saya cuma tambahkan bentuk kucing di 𝘧𝘰𝘢𝘮nya.”
Secangkir kopi tetap ia sajikan dengan hati-hati, agar tiap ukiran yang diri buat sepenuh hati tidak berantakan. Sisi lain, tatapan Syahran kembali bergerak »
⠀
⠀
Namun, sampai bila ia harus menyembunyikan beberapa keping anomali yang sudah lama melekat dalam diri? Sampai bila pula ia harus menanti seseorang yang takkan melihatnya dengan tatap iba?
⠀