Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya dugaan potensi perburuan rente dalam pengadaan mobil 80 ribu pickup buat Koperasi Desa Merah Putih a.k.a Kopdes. Dalam kajiannya, ICW menyebut perburuan rente ini mencapai Rp4.86 hingga Rp5.54 triliun.
Di dalam laporan mereka, ICW menemukan berbagai permasalahan mulai dari lemahnya tata kelola pengadaan, minimnya transparasi, dan juga penggunaan perusahaan perantara dalam proses impor kendaraan dari India. Ditambah lagi, ICW juga nemuin dugaan selisih harga pembelian yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Jadi dalam pengadaan mobil pickup ini, PT Agrinas bakalan impor dari perusahaan Mahindra yang ada di India. Nah, yang jadi sorotan di sini adalah adanya perusahaan perantara buat ngeimpor mobil pikap ini, yaitu PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG).
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengungkapkan bahwa hasil analisis ICW terhadap data ekspor-impor nunjukin estimasi nilai pembelian kendaraan oleh PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG) dari produsen berkisar antara Rp 14,85 triliun sampai Rp 15,53 triliun. Padahal, nilai transaksi yang dilaporkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (PT APN) jauh lebih besar, yaiut sekitar Rp 20,4 triliun, which is ada selisih yang gede banget.
“Selisih sebesar Rp4.86–Rp5.54 triliun mengindikasikan adanya potensi perburuan rente melalui margin yang tidak sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh perantara,” kata Wana dalam keterangan tertulis pada Minggu (12/7).
@jawafess Andai 2014 jokowi kalah , negara gak akan rusak 10 tahun seperti skrg.
Saat ini @prabowo hanya meneruskan kerusakan dan korupsi yang dibuat jokowi selama 10 thn.
Gak akan ada permadi aria , denny siregar , jhon , dan sampah lainnya yg menopang rezim korup jokowi selama 10 thn
@insidefolkative Banyak yg nanya tretan koq terlihat konsisten membela jokowi @TretanMuslim ?
Dia bukan konsisten , dia memang dibayar untuk itu. Dibayar pakai apa? Pakai investasi resto bebek carok yang bertebaran di Jakarta. Melalui grup investasi yg menyokong kaesang dan gibran.