yang suka naik transum, tolong bantu bapa ini yaa. lokasi nya di halte Pancoran dekat arah cawang.
Beliau sakit stroke, setengah badan nya lumpuh dan cuma jual tisu bareng anak nya 🥺
cc: a. Halflala
POV: bantu larisin jualan bapak🥹
ini dari kulit sapi asli ya, dibuat dan dijual sendiri sama bapak. kalau ada yang lagi cari, boleh banget langsung merapat 🙏🏻
X please do your magic🥺❤️
APA YANG PERTAMA KALIAN LIHAT DI VIDEO INI ?.
Iya Betul
Keterbatasan fisik gak melunturkan sedikit pun semangat bapak ini. Disaat kita tidur nyenyak, beliau masih semangat live berjam-jam nawarin dagangannya.
Meski yg nonton hanya segelintir &borderan masih nol
Tau gk kenapa dia semngat berjualan meski terbatas secara fisik.??
momen flashback gibran jelasin program MBG:
" 400 triliun ini akan mengalir ke warteg warteg, kantin kantin , warung warung , ketring ketring dan ibu ibu di desa"
sementara hari ini gadaa tuh pake warteggg
pembual + pembhong besar
Halo teman2 X, kalo ada yang naik krl dan turun di stasiun jurang mangu boleh dibantu larisin dimsum dagangan adeknya yukkk. Dimsumnya cuma 15rb dan ginuk2. Adeknya dr Parung Panjang dan masih kelas 5 SD, jauh banget dr Jurang Mangu🥹. Plus dia ramah dan murah senyum bgt. Btw aku udah ijin foto adeknya yaaaa. Semoga sukses ya Dek. AMIN!🫶🏻
cc: nathanialistya
‼️Info buat temen-temen kota Bogor yg mau berobat tapi masih terkendala biaya.
Masih ada orang baik yang memilih membantu tanpa banyak bicara. Berobat gratis, berbagi sehat, berbagi harapan. 🤍 🥺
Kalau mau belajar dari pemerintahan saat ini, banyak hal menarik yang bisa kita simpulkan:
- Ternyata pembatasan rekening bisa dilakukan dengan cepat. Kalau koordinasi aparat dan perbankan bisa secepat itu terhadap rekening orang yang diduga terkait aksi demo, mestinya pemberantasan judi online juga bukan perkara yang mustahil.
- Ternyata pembangunan gedung bisa dikebut sampai pelosok negeri. Kalau bangunan Kopdes bisa diwujudkan di berbagai daerah dalam waktu relatif cepat, seharusnya sekolah2 rusak juga bisa segera direnovasi dan distandardisasi.
- Ternyata anggaran untuk kesejahteraan pekerja bisa tersedia. Kalau ribuan pekerja SPPG bisa mendapatkan penghasilan yang relatif tinggi, semestinya guru, tenaga kesehatan, dan dosen juga layak mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.
- Ternyata negara bisa mengerahkan aparat dalam jumlah besar dengan cepat. Kalau kekuatan aparat bisa begitu masif dikerahkan ketika menghadapi demonstrasi, mestinya kapasitas yang sama juga bisa digunakan untuk mempercepat penanganan kriminalitas dan menjaga keamanan masyarakat.
Jadi, persoalannya bukan selalu “bisa atau tidak”. Kadang yang lebih penting untuk ditanyakan adalah: apa yang dianggap prioritas???
Jadi teringat pak @aniesbaswedan pernah menyampaikan dalam debat Pilpres lalu
“Polusi udara tak punya KTP. Angin itu tidak ada KTP-nya”
Bagi yang kontra, pernyataan itu sempat jadi meme dan bahan ejekan di linimasa maupun berbagai media. Jakarta dianggap hanya memiliki anggaran besar tapi dianggap tidak mampu mengatasi polusi udara.
Sekarang, terbukti bahwa pernyataan itu benar adanya. Sifat udara dan angin yang bergerak bebas melintasi batas wilayah tanpa terikat oleh administratif suatu daerah, bahkan negara.
Dalam konteks debat lalu, polusi udara di Jakarta tidak selalu bersumber dari dalam kota saja… melainkan bisa terbawa angin dari luar wilayah yang tidak memiliki alat pemantau polusi
beberapa kali dapet tawaran buat megang sppg/mbg, saya tolak halus. emang menggiurkan, tapi batin nggak sreg. gapapa saya jualan daging asap aja, meskipun sekarang untungnya kecil banget karena harga daging impor naik nggak karuan efek dollar.
yang penting halal dan hati senang. masih ada beberapa utang dan tagihan yang belum lunas, pelan-pelan dilunasin dari hasil jualan daging ini.
bismillahirrahmanirrahim, semoga jualanku selalu berkah.
Tak hanya cakap dalam diksi, intonasi, dan artikulasi, Dek Fathimah juga mampu berorasi dengan santun dan menghargai pihak pembuat suara tandingan yang mengacaukan fokusnya. Keren!
RAMBUTNYA MEMUTIH, TATAPANYA PENUH HARAP, TAPI LAYARNYA SEPI TANPA PEMBELI
Gak sengaja mampir ke live seorang bapak berambut putih yg mengenakan batik rapi.
Suasananya begitu sunyi. Penontonnya bisa dihitung dengan jari, tapi semangat beliau menyampaikan deskripsi produknya sungguh luar biasa.
Beliau menjual berbagai olahan kayu pinus hasil karya sendiri. Tempat tisu, tatakan gelas, hingga tempat gantungan—sederhana, tapi sarat akan usaha dan ketulusan.
Ada tatapan penuh harapan di matanya setiap kali ada penonton baru yg masuk, meski sering kali mereka pergi begitu saja.
Ketulusan beliau ngajar kekita ttg arti kerja keras yg tak kenal usia.
Klo kalian sedang mencari perlengkapan rumah dari kayu atau sekadar ingin berbagi kebaikan, mari singgah sebentar ke toko beliau.
Siapa tahu, rezeki yang kita sisihkan hari ini adalah senyum yang beliau rindukan sepanjang hari.
Ini link toko beliau, mari kita ramekan gerakan kebaikan ini: 👇
https://t.co/aldRKkVsun
Tulisan opini saya naik cetak di @hariankompas hari ini. Tentang kepastian hukum, mengapa kerusakannya hanya bergerak satu arah dan bergeraknya dari pucuk, serta apa yg terjadi pada bangsa ketika semua orang terpaksa berhitung pendek. Silakan disimak.
https://t.co/W25aKFRYOg
BANTU VIRALKAN, TOLONG YA WARGA X 🙏
Nyesek banget tdi malam ini liat live bapak ini. Di jam sekritis itu beliau masih berusaha menawarkan keset anyaman buatannya, padahal yg nonton cuma hitungan jari (kadang cuma 1 orang).
Produknya beneran berkualitas, kesetnya super meresap dan kokoh.
Beliau cuma butuh sedikit bantuan kita supaya usahanya kelihatan orang banyak.
Putusan Mahkamah Konstitusi itu final dan mengikat sejak dibacakan.
Final bermakna langsung mempunyai kekuatan hukum tetap sejak selesai dibacakan di sidang. Tidak ada pintu untuk banding, kasasi, atau peninjauan lainnya.
Mengikat dalam arti berlaku seketika bagi pemohon, pemerintah, lembaga negara, serta seluruh warga negara. Semua pihak wajib mematuhi dan menjalankan isi putusan tersebut.
Ketentuan ini diatur secara resmi dalam Pasal 24c ayat (1) UUD 1945 untuk memberikan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikian.
Alhamdulillah, kami telah memenangkan gugatan ini. Terima kasih banyak atas dukungan & doa dari semuanya.
Meskipun kami telah memenangkan gugatan ini,
PR KITA BELUM SELESAI !!!
PR KITA BELUM SELESAI !!!
PR KITA BELUM SELESAI !!!
Selamat pagi,
Dua berita baik. MBG lepas dari pos anggaran pendidikan, dan opini saya juga terbit hari ini, Jumat 31 Juli 2026:
"Jalan Berliku Pendidik Kita"
Silahkan dibaca. Makan uduk dulu.
Terima kasih atas ‘jihad’ konstitusi yg dilakukan oleh Kang Reza @penduduk_lokal_, Kang Iman @zanatul_91 dan seluruh rekan-rekan yg lainnya—mohon maaf tidak saya sebut satu per satunya tanpa mengurangi rasa hormat dan bangga—yg tanpa lelah berjuang melalui jalur konstitusional di Mahkamah Konstitusi. Teriring rasa haru sekaligus iri atas perjuangannya selama ini dalam mengumpulkan data dan saksi, menyusun pelaporan dan gugatan, bersidang dan juga lainnya yg tentunya berkorban banyak hal. Mohon maaf tidak bisa hadir bersilaturahmi secara langsung.
Putusan MK ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk kita terus berupaya mengawal pelaksanaannya.
Terhatur doa kiranya Allah menguatkan kaki kita semua senantiasa istiqamah berdiri di sisi yg benar dan melangkah memperjuangkan kebenaran.
Intanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdamakum.