Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total.
Iya, gagal.
Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan:
keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.
Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengatakan :
Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga tidak akan mengurangi jatah rezekimu.
Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat nikmat orang lain, hatimu tidak sakit.
barusan di jalan pulang, di lampu merah, ada bapak” bonceng anaknya, anaknya lagi nangis, terus bapaknya tbtb teriak “ANAK SAYA LOLOS KEDOKTERAN UGM” semuanya langsung noleh dan tepuk tangan ngucapin, anaknya tambah nangis, HER DAD MUST HAVE BEEN SO PROUD🤎🤍🥹🥹😭😭
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
maaf banget nihh buat yang jualan KELAS AI wkwk
gue bikin roadmap belajar AI chatbot dari NOL sampe mahir . GRATIS
5 fase, 9-13 minggu, 30-60 menit/hari:
→ Fase 1: Paham fondasi AI & bedanya ChatGPT, Claude, Gemini
→ Fase 2: Nulis prompt yang bener (bukan asal ketik)
→ Fase 3: Teknik lanjutan , chain-of-thought, few-shot, role-play
→ Fase 4: Integrasi AI ke kerjaan lo sehari-hari
→ Fase 5: Bikin system prompt & custom GPT sendiri
gak perlu coding. gak perlu bayar kelas 2 juta.
lengkap sama cheatsheet prompt, perbandingan platform, dan do's & don'ts
link di bawah 👇👇
YANG MAU BELAJAR AI DARI 0, SEMOGA MENEMUKAN POST INI!!
Dari post gue kemarin, ternyata banyak banget yang masih bingung soal AI bahkan cara ngeprompt aja gatau bjir
Jadi gue bikinin ROADMAP BELAJAR AI DARI 0. Gratis.
Isinya:
- Panduan 5 fase dari nol sampai mahir (estimasi 9-13 minggu)
- Panduan cara belajar per fase bukan cuma "apa", tapi "gimana"
- 10 template prompt siap pakai (dari basic sampai mega-prompt)
- Perbandingan ChatGPT vs Claude vs Gemini vs Perplexity
- Do's & Don'ts biar gak salah langkah
Yang lu perlu apa?? Cuman niat dan konsistensi. Jangan cuman di bookmark doang, tapi pelajarin juga!!
Link roadmapnya ada di komen 👇
Setelah nyoba liat full tanpa dipotong, berupaya menelaah, dan melakukan analisa sederhana, berikut beberapa hal yg gw dapetin setelah nonton; Presiden Prabowo Menjawab.
- Utas
Gw punya temen yang kalau libur panjang atau weekend dia menghilang total.
Bukan pergi ke mana-mana.
Tapi literally tidak kemana-mana.
Di kos.
Sendiri.
Kasur + Netflix+ GoFood Dan jadi combo hibernasi buat dia.
Tidak ada interaksi sama siapa pun.
Tidak ada chat yang dibalas kecuali yang penting. Tidak ada nongkrong.
Tidak ada janjian.
Bahkan untuk makan dia tidak mau kelur GoFood saja supaya tidak perlu ketemu orang.
Gw tanya lu tidak kesepian?
Dia bilang tidak.
Ini justru yang gw tunggu-tunggu seharian kerja.
Dan gw mulai paham.
Dia bukan pendiam.
Di kantor dia normal.
Diajak ngobrol nyambung.
Diajak nongkrong mau.
Tidak ada yang curiga dia tipe yang suka menyendiri.
Tapi ternyata semua interaksi sosial itu buat dia ada harganya.
Setiap meeting.
Setiap small talk di pantry.
Setiap zoom call.
Setiap 'eh lu sudah makan belum' dari rekan kerja itu semua menguras energi dia secara diam-diam.
Dan weekend adalah waktu dia bayar semua utang energi itu kembali.
Kata dia kalau Senin gw belum rebahan cukup di weekend, gw masuk kantor pasti susah fokus.
Ini yang psikologi menyebutnya introvert bukan dalam artian pemalu atau antisosial.
Tapi orang yang recharge energinya bukan dari keramaian tapi justru dari kesendirian.
Dan yang menarik dia tidak merasa ada yang salah dengan dirinya.
Tidak merasa harus diperbaiki.
Tidak merasa harus dipaksa lebih sosial.
Dia tahu persis cara kerjanya sendiri dan dia desain hidupnya sesuai itu.
Gw rasa banyak orang yang sebenarnya sama kayak dia tapi selama ini merasa bersalah karena tidak mau keluar di weekend.
Merasa ada yang aneh karena lebih pilih kasur daripada cafe.
Tidak ada yang aneh.
Lu mungkin cuma belum sadar bahwa diam itu bukan kesepian.
Kadang itu justru cara paling efisien untuk jadi manusia yang berfungsi normal keesokan harinya.
Bagi bapak-bapak, notif THR cair itu kadang bukan kabar gembira.
Itu pengingat kalau banyak hal yang sudah menunggu untuk dibayar. 🤣🤣
Keresahan bapak-bapak saat notif THR masuk:
• Pajak mobil bulan depan expired
• Motor 2 minggu lagi pajak expired
• SIM A mau mati
• SIM C ga sadar udah kelewat bulan
• Jadwal ganti oli mobil
• Ban motor udah botak
• Belum beli baju anak
• Kasih ke orang tua
• Kasih ke mertua
• Zakat fitrah
• Istri bilang belum bikin kue lebaran
Saking pusingnya,
shalat Ashar sampai 5 rakaat wkwkwkwk
Perasaan THR Baru masuk
tapi rasanya sudah habis duluan 🥴
Kira kira Ada bapak-bapak lain yang nasibnya sama? 😭
Kita udah di surga, lagi bosen, akhirnya kita bikin tantangan buat diri kita sendiri, kembali jadi manusia dan menjalani kehidupan di dunia. Awalnya pake mode 'easy' ,kita bebas ngelakuin apa aj yg kita mau, kemudian meningkat, sampai akhirnya mode 'super hard', turun ke dunia, gbs nagtur apa² pasrah aj ngikuti alur. Nah, finishnya ntr, klo kita udah mati.
Bangun bangun ingatan kita dikembaliin semua,,, terus kita ngomong, 'Oalah, di dunia kemarin permintaan kita sendiri tooo'.
Terus kita main kaya gitu lagi, dengan ending berbeda beda - repeat terus.
-------
Percaya...?? Bisa jadi, orang kita di surga lagi bosen, abis itu ada aj idenya... Sok sokan jadi manusia lagi di dunia. 😁
-------
Pentokin aj sekalian 👊🏼💥
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.