Seneng bgt sama acara voy ini tuh, chenle yg kesyil mungil ini selalu di taro di tengah atau samping dikit 😭😭🤏🏻
Bener² makin terasa sedihnya tinggal 1 eps lagi 😭😭😭😭
Semoga setelah ini Chenle makin banyak diundang ke berbagai variety show lagi yaa sayang 🥺🩵. Tolong kasih anak ini lebih banyak kesempatan buat nunjukkin semua bakat dan pesonanya ke lebih banyak orang. Dia bener² layak dapet itu. Chenle bukan cuma lucu dan menyenangkan di acara, tapi juga berbakat banget, kerja keras, dan selalu bikin orang yg kerja bareng dia punya kesan baik. Semoga makin banyak pintu terbuka buat kamu ya, chenle 🥺🩵😭
CHENLE MOST VERSATILE TENOR
#CHENLE_VoicesOfYouth
Gua sebagai lilsuns sekarang senang bgt liatnya kalau chenle ada project lain, teman2nya dari voy pasti ada yang bahas langsung dan dukung dia secara publik 🥺
Kayak.. brooo ini interaksi yg gua tunggu2 dari dulu untuk lo bisa ngerasain dan akhirnya terwujud 🥹
Gak dukung Chenle di Voices of Youth, tapi ngatur² pertemanan Chenle 🙄
Emangnya lu siapa???
Chenle mau ngundang siapa ya terserah dia lah.
Apa aslinya itu bukan soal siapa yg diundang kan? Lu cuma gak suka liat Chenle makin punya banyak teman dan koneksi di China🫢🥴
Soalnya kalo lu dukung dia, harusnya senang dong liat lingkaran pertemanannya makin bertambah dan kariernya makin berkembang. Aneh banget smpe pertemanan chenle aja dipermasalahin.🙄
Aku cuma penasaran, sebenarnya informasi kalau LLM atau cfans Chenle nolak cast voy itu dateng dari mana deh?
Karna sejauh yg aku liat di xhs justru LLM kasih Support dan nyambut mereka dengan baik.
Bahkan cukup banyak LLM yg ngerasa kesel karna banyak pihak yg hujat dia daripada dukung dia sejak awal join voy, trus yg selama ini gak pernah dukung Chenle (lebih sering ngehujat bahkan), tiba² ikut nyerang cast voy!!
Karena dari awal Chenle bergabung dan syuting varshow voy, yg diliat justru banyak LLM fokus Support chenle.
Bukan hanya soal voy. Saat kegiatan solo, cover, dan solo schedule Chenle lainnya, dukungan yg terlihat sering kali datang dari orang² yg emang ngikuti dan Support Chenle sejak awal.
Skrg banyak LLM akhirnya speak up karna muncul berbagai narasi dan isu biar bikin fans pada berantem dan nuduh LLM atau cfans Chenle dianggap menolak cast voy. Padhal faktanya justru LLM di xhs pada bilang mereka seneng sama cast voy karena mau support chenle. 🥺🩵
2026 PARK JI HOON ASIA FANCON [RE:FLECT] ANNOUNCE
TOKYO
2026.05.23
SEOUL
2026.05.30 - 2026.05.31
KUALA LUMPUR
2026.06.06
HO CHI MINH
2026.06.19
HANOI
2026.06.20
HONG KONG
2026.06.27
TAIPEI
2026.07.05
BANGKOK
2026.07.11
SINGAPORE
2026.07.18
MANILA
2026.08.08
JAKARTA
2026.08.29
#박지훈 #PARKJIHOON
#REFLECT
#YYentertainment
2026 PARK JI HOON ASIA FANCON [RE:FLECT] ANNOUNCE
TOKYO
2026.05.23
SEOUL
2026.05.30 - 2026.05.31
KUALA LUMPUR
2026.06.06
HO CHI MINH
2026.06.19
HANOI
2026.06.20
HONG KONG
2026.06.27
TAIPEI
2026.07.05
BANGKOK
2026.07.11
SINGAPORE
2026.07.18
MANILA
2026.08.08
JAKARTA
2026.08.29
#박지훈 #PARKJIHOON
#REFLECT
#YYentertainment
The laoshi praise chenle for his T3 part, and that she like his voice especially
Xincheng also mention that its chenle's first choral stage, and they gave his the most difficult part, but he did so well.
Cl then said 'it's no fun if its too easy..'
selalu amazed tiap liat foto ini. dua anak kecil beda negara yang gak saling kenal, kebetulan ketemu di 1 event dan foto bareng, siapa sangka gede nya mereka ada di grup yang sama.
Having fun is fine. but i hope noone is mocking this lyrics because the whole song was actually deep and about how we shouldn't be ashame to speak chinese. And dont talk abt AI because this song come out before AI even exist.
happy birthday mama lily 🥹
thank you for always being present for chenle and supporting him every step of the way…thank you for raising such a wonderful person 🫶🏻
wishing you happiness, good health, and all the love always 🩵
Masih sempat2 live ngabarin kita di tengah jadwalnya yg padat, kita minta lihat wajah nya pun masih di kasih di akhir live, kita minta behind diusahakan, kita minta fhoto cakep di kasih juga
Kurang apa lagi dia coba sayangnya sama fans.?
Yg macam2 plintir live dia tadi
Awas aja
Broo baru sehari dia bilang bakal memperbaiki diri, bakal rilis banyak konten. Gebrakannya udah :
- bikin akun weibo nct dream update soal VoY
- Update photoshoot rehearseal
- Update Photoshoot post festival
- Update xhs sama IG
Broo gimana ga makin sayang ama chenle
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.