Hari ini aku dan tim pindah kantor karna ada projek bersama perusahaan lain. Setelah kenalan dan kerjaan pun dimulai, ada satu bapak yang konsisten manggil aku "bu, ibu". Terus Kak Sugi (yg entunya sudah ibu-ibu beranak 3) ngelus punggung sambil bilang "kasian anak gadis-
Marah atau kesel ga dipanggil bu, ibu ?
Nope!
Dari kuliah sering disapa begitu, jadi sudah biasa dan bahkan seru haha.
Mau panggilan apapaun selagi sopan dan tidak merendahkan is totally fine.
Di halte, lagi nunggu Trans Metro.
Mas-mas : Bu, K1 lewat lapangan merdeka ga ya ?
Aku : iya mas, lewat.
Dalem hati : Bu?, (seketika sadar) oh iya udah pantes sih
Menjadi kekanak-kanakan kalo berhubungan dengah hal seperti ini.
Tapi ibaratkan penyakit, kita punya free will untuk memilih cara apa saja yang cocok untuk penyembuhan.
Kita selesai yaa,
Sebenernya diam mu sudah mengakhirinya jauh sebelum ini, namun setelah lama berbenah aku baru berani hari ini.
Jangan datang lagi
Sapa aku jika suatu hari kita tak sengaja berpapasan.
Sebab tumbuh juga berarti merelakan beberapa hal berguguran.
Banyak hal yang harus kita lepaskan agar tersedia ruang bertumbuh. Di musim yang baru, dibawah langit yang lebih biru.
Yang berguguran akan tumbuh baru, lebih rindang, lebih kokoh.