“Mas Abi?,” Kaget campur panik, ia tahu ayahnya sedang di rumah sedangkan laki-laki yang ditunggu ternyata sudah ada di belakangnya berdiri tersenyum memandang.
Berharap salah satu warga yang hendak masuk ke desanya itu adalah Abi tapi sayang menunggu setelah beberapa bulan purnama tidak kunjung lekas pulang.
“Dek Kartika...”
“Fan, suratku kok gak pernah dibalas dek Kartika? Padahal Aku nulis surat dua minggu sekali waktu lek Zaenal ke kota?.”
“Mana ada surat. Sama sekali gak ada. Ketemu lek Zaenal, lek Zaenalnya gak bilang apa-apa.”
Gadis itu tersadar ternyata tersangka ada di sana lantas langsung disusul untuk diberi p*elajaran tapi langkahnya dihentikan oleh sang ayah “Fani, sudah!.”
Abimanyu tersenyum lebar menatap beliau tidak ada sungkan-sungkannya menggoda gadisnya orang.