GA AKAN PERNAH BISA PEMAIN £116 JUTA LO MAIN BENER AS #10 KALO DIA MASIH COVER KEMANA-MANA JUGA.
LO LABELIN DIA FLOP, KASI DONG ALASAN NTOL..... LO PENGEN FLO KAYAK COUTINHO, 2 MUSIM SAMPE COU BENERAN OKE DI LFC.
COU DICOVER HENDO/EMRE CAN/LUCAS/MILNER PULA. TENANG TENTREM LAH COUTINHO....
@panditfootball Robbo? Menurutku ga ngimbangi kecepatannya, cuma Robbo bakal memilih opsi untuk memotong jalurnya si Elanga dan akan double-team dengan van Dijk untuk mengambil bola tsb.
Cuma modal £2,6 juta di tahun 1999, Liverpool nekat memboyong bek jangkung asal Finlandia, Sami Hyypiä, dr klub Belanda Willem II
Siapa sangka, pembelian ini jd salah satu transfer paling pencetak untung d sejarah Liga Inggris
Berbekal postur tinggi besar, ketenangan dingin & jago duel udara, Hyypiä langsung ngunci posisi utama & jd sosok pemimpin lini belakang The Reds
Momen emas kepemimpinannya terjadi pas dia nyabet ban kapten & mboyong Treble Cup legendaris d musim 2000/01 (Piala UEFA, Piala FA, & Piala Liga)
Pas jabatan kapten diserahin ke Steven Gerrard di tahun 2003, Hyypiä nyantai & tetep profesional tanpa ego. Dia tetep jd tembok kokoh di lini belakang, berduet sm Stéphane Henchoz sampe Jamie Carragher, termasuk pas ngerengkuh trofi UCL 2005 di Istanbul
Kl kamu, apa momen paling diingat darinya?
Dari POV gue sendiri + pakai data.
Biar gak cuma ikut emosi, gue coba bedah mekanisme VAR dan istilah Attacking Possession Phase (APP) berdasarkan protokol IFAB resmi. Plus, kenapa lucu kalau langsung nyalahin Argentina.
POV The Athletic, memang ada kontak kaki ke kaki & tarikan baju. Tp intensitas kontak kaya gini dinilai terlalu minim untuk dikategorikan sbg pelanggaran fatal yg kudu diintervensi VAR call back. Ditambah jarak & waktu yg cukup lama. Bahkan defend Argentina sudah balik.
Jadi PR-nya soal threshold/ambang batas keterlibatan VAR sampe mana. Karena sebelum gol Enzo, foul ke Salah ga dicek. Dimana foul tersebut memang minor. Poin threshold ini memang masih jadi subjektifitas wasit.
Dan karena The Athletic yg mengulas, narasi berat ke Argentina tidak muncul. Lebih substantif ke performa wasit karena analisnya juga eks ofisial EPL.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.