Titik Kebakaran di Kalimantan Sudah Hampir Satu Pulau.
Sudah tidak ada udara Segar. Yang ada Kabut Asap yang tebal mengganggu Pernapasan.
mana tanggungjawab Korporasi?
Pak Menhut Kemana?
dan Presiden Instruksi apa?
#praykalimantan
Sekadar pengingat: Mengkritik adalah tanda peduli, bukan tanda membenci. Dan kita bisa mencintai negeri ini tanpa harus mencintai pemerintahannya. Sebab bagi saya, merah putih selalu di hati, walaupun kelakuan para pemimpinnya bikin sakit hati
-satpam dibunuh anak smp
-anak kehilangan bapak akibat dihakimin masa krn mencuri 1 ayam
-penjaga rumah ytta meninggal tiba2
-kpk nemu uang tunai 4m di rumah kadis pupr bengkulu
darderdor banget ya jadi wni
perwakilan mahasiswa UI:
"kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata"
"kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia"
terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
TENTANG #SELLINDONESIA
Banyak netizen yang ngamuk dan menuduh Singapura sebagai penampung "duit haram" yang bikin likuiditas Indonesia kering
Tapi jujur yak, menyalahkan Singapura itu cuma kedok karena kita gak berani ngakuin kelemahan sistem sendiri. Kenyataan pahitnya? They just don't care sama moralitas asal-usul uang
▪️Akar Masalahnya kan di Praktik Under-Invoicing
Banyak ekportir kita yang diduga melakukan pencatatan nilai dagang lebih rendah dari aslinya (under-invoicing). Selisih keuntungan raksasanya sengaja dialihkan dan diparkir di Singapura lewat perusahaan cangkang.
Tujuannya apa? Biar terhindar dari aturan devisa hasil ekspor dan kewajiban pajak yang tinggi di Indonesia.
▪️Suntikan Pajak di Sana = Duit Otomatis jadi "Bersih"
Bagi pemerintah Singapura, mau itu duit hasil akal-akalan ekspor, cuci uang, atau bisnis haram sekalipun, mereka bakal tetap tutup mata.
Prinsip mereka sederhana, selama entitas tersebut mendaftarkan perusahaannya secara legal dan membayar pajak di sana sesuai regulasi lokal, maka dana yang masuk otomatis dianggap sah oleh sistem mereka. Gak ada negara kapitalis yang bakal menolak uang masuk secara sukarela.
That is the real heart of capitalism. Terdengar kejam dan tidak adil bagi kita? Memang. Tapi di dunia keuangan global "Money is money". Singapura cuma melakukan tugasnya sebagai pusat finansial yang kompetitif dengan memberikan perlindungan hukum serta kepastian bagi pemilik modal.
▪️Analoginya Sederhana "Ibarat Toko Kelontong"
Bayangkan kamu punya toko kelontong yang jauh lebih laris dari toko sebelah. Suatu hari, pemilik toko sebelah protes dan bilang kalau pembeli-pembeli di tokomu itu aslinya perampok, koruptor, sampai penjahat kelas kakap yang duitnya hasil curian.
Pertanyaannya, emang kamu bakal peduli dan nolak duit mereka selama daganganmu dibayar tunai dan sah? Ya enggak lah
▪️Kecuali Sudah Masuk Ranah Hukum Internasional
Satu-satunya momen di mana Singapura mau bergerak adalah kalau sudah ada putusan inkrah dari pengadilan bahwa uang tersebut murni hasil tindak pidana berat seperti korupsi.
Contoh nyata ya kasus Ben Tjok kemarin. Asetnya di Singapura baru dibekukan setelah ada pembuktian hukum kuat dan permintaan resmi dari pemerintah Indonesia. Kalau urusannya cuma soal "kabur dari pajak Indonesia"? Ya aman tersimpan di sana.
Berhenti menjadikan negara tetangga sebagai kambing hitam atas kegagalan kita menjaga modal di dalam negeri. Selama iklim investasi domestik kita penuh ketidakpastian dan hukumnya serba srudak-sruduk, modal akan selalu lari mencari tempat yang paling aman.