level tertinggi dari mencintai adalah...
ketika menikah dengan pasangan yang tepat bersama kita.
baik luar dalam, tanpa drama, tanpa saling menuntut, komunikasi baik,
dan mau bertumbuh berproses bersama pasangan.
sesungguhnya, kebahagiaan itu sudah dekat.
Kondisi manusia itu sering hanyut terseret pikiran. Ingatan masa lalu, bayangan masa depan. Berbagai pikiran kita percaya sebagai kenyataan. Bahkan sampai beranggapan pikiran adalah diri kita. Kemelekatan pada pikiran.
Yang terhebat bukan orang yang bisa mempertahankan semua hubungan.
Melainkan orang yang tahu:
- Kapan memaafkan
- Kapan menjaga jarak
- Kapan berhenti menjelaskan
Karena menghargai diri sendiri kadang berarti menerima bahwa ada orang yang tidak perlu kamu ajak bicara lagi.
jangan pernah nyesel ngasih effort baik ke orang lain, jangan juga berharap dapat feedback yang sama, ya walaupun memang banyak orang yang ngga tau diri. but it's ok, it's not a big problem, because one day our kindness will also be repaid with different people.
Tuhanmu tidak kekurangan karena kamu meminta terlalu banyak.
Maka mintalah.
Tentang rezeki. Tentang pasangan. Tentang keluarga. Tentang masa depan. Tentang hati yang sedang lelah.
Kita datang kepadaNya justru karena kita tidak mampu memenuhi semuanya sendiri.
Kalau kamu berdoa minta dijauhin dari yang buruk, siap-siap:
- Circle pertemanan mengecil
- Chat yang biasa rame jadi sepi
- Ada hubungan yang tiba-tiba renggang
- Ada orang yang ilang tanpa penjelasan
Itu bukan kutukan.
Itu seleksi yang kamu minta sendiri.
Dihapus? Ya sudah.
Diunfollow? Ya sudah.
Tidak diajak? Ya sudah.
Tidak dikabari? Ya sudah.
Tidak perlu marah.
Tidak perlu bertanya.
Tidak perlu membuat pengumuman.
Tetaplah menjadi dirimu dan lanjutkan hidup.
Ketenangan lebih mahal daripada penjelasan.
namanya juga kehidupan.
toh,
ada yang tidak mau kamu beranjak naik,
ada tidak mau kamu diatas mereka,
ada yang tidak suka melihat kebahagiaanmu,
ada yang tidak nyaman melihat kamu berproses,
ada yang tidak ikhlas kamu bisa naik kelas.