Perang nikotin bukan sekadar soal asap rokok. Ini adalah cerita tentang bagaimana komoditas yang lahir dari tanah kita, tembakau dan kretek perlahan direbut nilainya, diganti kemasannya, lalu dikendalikan jalur distribusinya oleh pihak-pihak di luar petani dan buruh linting.
Lewat stigma kesehatan, regulasi yang makin ketat, hingga kampanye global, industri kretek Indonesia dipinggirkan pelan-pelan. Padahal di sanalah denyut ekonomi kerakyatan berputar: jutaan petani, buruh, pedagang kecil, hingga keluarga-keluarga di desa hidup dari selembar daun tembakau. Jika tembakau musnah dari tanah Indonesia, hilang pula urat nadi ekonomi yang menghidupi banyak orang.
Buku ini menolak tunduk pada narasi tunggal. Mengingatkan bahwa kita seharusnya bangga punya kretek produk otentik warisan bangsa yang lahir dari kearifan lokal dan berkali-kali terbukti jadi sokoguru perekonomian. Di balik asapnya, ada nilai budaya, sejarah perlawanan, dan hajat hidup rakyat kecil yang pantas kita jaga.
Sobat kretekus bisa akses buku secara gratis di https://t.co/vnxKAtg2og
#TerimakasihKretek #TembakauTidakJahat
Bayangkan uang yang kamu pakai buat beli rokok dan kopi itu kamu tabung. Tapi ternyata tetap tidak cukup untuk mencapai financial freedom. Dadi yowis rapopo lanjut ngerokok ro ngopi maneh
Cukai rokok bukan denda ygy. Secara historis (dari masa kolonial) cukai rokok ada karena untuk mencari sumber pendapatan negara.
Jangan mau ditipu sama pemerintah. Jadilah kretekus yang cerdas!
Baca di sini: https://t.co/cG76ggrhdU
Di tengah tekanan ekonomi, banyak masyarakat berpenghasilan rendah tetap menyisihkan uang untuk membeli rokok sebagai cara mencari ketenangan. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan konsep lipstick effect, namun rokok memiliki karakteristik berbeda karena kandungan nikotin yang memicu ketergantungan.
~KQ #Merokok #LipstickEffect
Memilih perokok sebagai pasangan ndakpapa. Memilih yg non perokok juga ndakpapa. Bebas. Yg harusnya jadi tolak ukur apakah si pasangan ini bertanggungjawab atau tidak
Pengen tahu negara dapat berapa dari cukai rokok?? Tak kasih hitungannya:
Contoh: Kretek Mesin Djarum Super 12 batang/bungkus dengan Harga Jual Eceran (HJE) Rp28.500.
1.Cukai rokok: Rp1.231 x 12 batang= Rp14.772
2.PDRD/Pajak rokok:10% cukai rokok = Rp1.478
3.PPn Rokok: HJE Rp28.500 x 9,9%= Rp2.822/ bungkus
Total Rp19.072 itu masuk ke negara.