ERA NADIEM GURU DAN DOSEN ITU DIBUAT SULIT HIDUPNYA.
CPNS GURU HILANG, DIGANTI JADI PPPK GURU. ALIAS HAK GURU DIRAMPAS.
TUKIN DOSEN, TIDAK DIBAYAR
HAK DOSEN DIRAMPAS.
DOSEN DIPECAH BELAH, DENGAN ADANYA STATUS PPPK DOSEN.
MASIH PADA BELAIN NADIEM?
DIH.
Meet the Asian elephant 🐘 A key species across Asia’s forests, they help maintain the balance of the ecosystems around them. Protecting them means protecting the landscapes they and many others depend on.
A Scottish fan chanted, "Free Palestine."
"I was a nurse in Gaza. I volunteered in Gaza. I’ve seen what happens. There is a genocide. Free Palestine."
She's a hero.
PRESIDEN TUKANG BOHONG?
Untuk programnya dia, bilang duit kita banyak, minta 5T dikasih 10T
Tapi untuk gaji guru, dia bilang gak ada duit karena dikorupsi
Duit banyak Gak ada duit
"Saya kira tidak ada yang lebih genting dari perut lapar," - Presiden Republik Indonesia
Dengan logika ini, yang perlu dibetulkan saat ini adalah cara pandang Bapak @prabowo. Makan memang kebutuhan dasar, tapi tanpa disediakan pemerintah pun orang akan berusaha mencari cara untuk penuhi kebutuhan itu.
Yang lebih genting dari itu adalah PENDIDIKAN.
Sadar tidak, Pak? Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Sementara dana pendidikan dipangkas untuk program MBG.
Sekali lagi, tanpa pemerintah menyediakan makanan, masyarakat akan tetap nyari makanan. Tapi pendidikan? Tidak semua orang punya akses, kesempatan, atau bahkan kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Jujur, etmint miris dengan pola pikir Bapak sbg RI 1 😿☝️
Tolong dicatet, Pak. Negara tidak hanya bertugas membuat rakyat kenyang hari ini, tetapi juga memastikan mereka punya bekal untuk masa depan.
Dan bekal paling menjanjikan utk masa depan itu adalah PENDIDIKAN.
SHAME ON U MR. PRESIDENT 😿☝️ https://t.co/CX0wME4jot
Semangat hari Senin 💪🏻
#SeoHyunJin: “Buat kalian yang masih 24, 27 tahun. Masih belum terlambat!!! Setidaknya sekarang, di tempat yang kalian mau, di jurusan yang kalian mau, pokoknya, diri kalian di ‘hari ini’ tuh diri kalian yang termuda!!! Semangat!”
Rangkuman 5 step turun berat badan / diet dari Ade Rai dalam 1 minggu, udah gw praktekin juga.
Step 1 yang Paling mudah, paling murah, paling gampang, paling alami dan paling sehat, cukup dengan jendela makan kita yang berkurang (puasa).
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
@bismillahyuk_ Apasihhh gak maksuddd, ya gimana gak kepagian mereka harus masak 2400 porsi sekolah cuma setengah hari. Sok keren amat ngomong gitu, makanyaa hentikan MBG. Masa kaya gitu aja baru tau. Dihhh ngapain aja lu makan gaji buta???
🚨🗣️New: Thierry Henry reacts to the Brazil, Morocco, and Netherlands press conferences, where questions in Spanish were reportedly not permitted for Hakimi, Vinícius Jr., and Frenkie de Jong:
“I have covered World Cups for years, and this situation makes absolutely no sense to me. You’re telling me a World Cup co-hosted by Mexico can stop journalists from asking questions in Spanish? That’s like hosting a Formula 1 race and banning cars from using their engines.
We saw it with Hakimi. We saw it with Vinícius. Now we’re hearing similar stories involving Frenkie de Jong. The players understood the questions. The journalists spoke one of the most widely spoken languages on the planet. Yet somehow the language became the problem.
Gianni Infantino talks about inclusion, diversity, and bringing football to everyone. Fine. Then explain this contradiction. How can FIFA celebrate diversity in every promotional video and then create headlines because Spanish journalists are being told to switch languages at a tournament hosted by Mexico?
Spanish isn’t some obscure dialect spoken by a handful of people. It’s the language of hundreds of millions across the Americas and beyond. If a journalist from Mexico, Spain, Argentina, Colombia, or anywhere else asks a question in Spanish and the player understands it, why is football creating barriers where none existed?
The irony is unbelievable. FIFA keeps telling us football belongs to everyone, but this controversy has many fans asking whether some voices are more welcome than others.
Maybe there’s a logistical explanation. Maybe it’s a translation issue. But perception matters. And right now the perception is terrible.
Because what fans are seeing is simple: a World Cup hosted partly by a Spanish-speaking nation, players who understand Spanish, journalists who speak Spanish, and officials telling them not to use Spanish.
If that’s progress, somebody needs to explain it better. Because from the outside, it looks like football’s governing body is tripping over its own message.”
“FIFA wanted a celebration of diversity. Instead, they’ve handed the internet a controversy that won’t stop being discussed.”