Halo Natazens!
Tahu tidak, bahwa berdasarkan survey yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara,
Sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sangat diperlukan jelang Indonesia Emas pada tahun 2045.
Untuk menjadi pemuda yang unggul dalam membawa negeri kita menuju Indonesia Emas 2045, kita perlu meningkatkan minat baca kita.
Hai Natazens!
Kita patut tahu bahwa Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa kita. Sebagaimana tertuang dalam Ikrar Sumpah Pemuda yang ketiga: Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Jadi dalam mempersatukan saudara sebangsa dan setanah air kita yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, tentu kita gunakan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Halo Natazens,
Pada kesempatan ini saya akan mewawancarai Mohammad Ferdiyansyah. Beliau adalah rekan kerja saya di Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan. Rekan kerja saya ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan menjadi relawan di berbagai daerah.
Malam Natazens!
Bukan hanya sebagai alat komunikasi, penggunaan gawai sudah merupakan bagian dari gaya hidup kita saat ini. Semua orang, temasuk anak-anak dan remaja, sekarang aktif menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
Sayangnya, hal ini dapat menimbulkan kenaikan tingkat kecanduan atau penyalahgunaan gawai di kalangan anak-anak dan remaja.
Maka dari itu, orang dewasa harus bijak dalam mendampingi anak-anak dan remaja ketika mereka mengakses konten-konten melalui gawai.
Hai Natazens!
Negara kita, Indonesia, kaya akan keberagaman baik dalam hal suku bangsa, bahasa, budaya, adat dan kebiasaan, bahkan agama dan kepercayaan. Sebagai bagian dari dunia global, Indonesia juga mendapat pengaruh budaya dari negara luar.
Sehingga, literasi budaya dan kewargaan menjadi hal yang sangat penting untuk kita kuasai di era abad ke-21.
Lalu apa itu literasi budaya dan kewargaan? Mengapa mereka penting untuk kita pahami dan kuasai? Yuk, ikuti si Hamsa dan simak postingan ini!
Anak-anak adalah penerus generasi di masa mendatang. Saya percaya bahwa cara mendidik anak di masa kini akan membawa dampak yang besar untuk masa depan bangsa Indonesia.
Halo Natazens!
Pernah tidak sih kalian merasa susah mengatur keuangan pribadi kalian?
Kalau iya, berarti kalian masih perlu belajar lebih lanjut tentang 'literasi finansial'! Literasi finansial adalah pengetahuan dan kemampuan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep,
risiko, keterampilan, dan motivasi dalam konteks finansial.
Literasi finansial harus dimiliki oleh semua orang, karena dengan literasi finansial yang memadai, kita akan mempunyai konsep dasar finansial yang kuat dan bisa mengatur keuangan dengan lebih baik lagi.