Punya SHM ga menjamin rumahmu aman
Jadi ada pasangan suami istri Suryadi dan Sri Marwini, mereka kalah sengketa di pengadilan dan dipaksa ngosongin rumah, padahal pegang SHM.
kronologinya:
- 2013 Suryadi beli rumah dari Subarno di Laweyan, Solo. Sebelum beli udah dicek ke notaris dan BPN, dikonfirmasi kalo ga ada masalah sama rumahnya.
- Setelah AJB, Suryadi lanjut balik nama ke BPN, dari BPN ngecek lagi dan konfirm ga ada masalah, setelah balik nama selesai dengan lancar, keluarga Suryadi nempatin rumah itu di 2014.
- Selang 6 bulan setelah dihuni, ada pihak bernama SWT yang datang dan klaim kalo rumah itu punya dia, si SWT juga nunjukin SHM yang udah terbit lebih dulu sebelum SHM punya Suryadi.
- SWT gugat Suryadi ke PTUN, Suryadi kalah dan SWT ngajuin eksekusi, Suryadi terpaksa ninggalin rumah dan SHMnya dibatalin.
- Kemungkinan SWT beli rumah dari Subarno (pemilik pertama) dan ga langsung balik nama, Subarno bikin SHM baru dan jual ke Suryadi.
Belum lama, kasus mafia tanah dengan modus sama juga terjadi di Tambun Selatan, Bekasi, 27 bidang tanah di Cluster Setia Mekar sampe dieksekusi padahal punya SHM.
Kira2 gimana ya cara ngehindarin modus mafia tanah kayak gini?
Leony trio Kwek kwek mengupas laporan keuangan pemerintah kota tangerang selatan.
38 Milyar untuk ATK, 20 Milyar untuk souvenir.
Protect her at all cost 🥺👊