Teman ide kumpul makan, gw diminta arrange semua. Udah selesai, gw jg yg harus nagih ke orang2 untuk bayar patungannya. Menyesal bener bikin acara ginian
Padahal pejabat itu udah disediakan gedung kantor mewah, tinggal arrange semua meeting di gedung kantornya sendiri. Atau ada teknologi yang namanya TEAMS meeting. Tinggal pasang TV di ruang meeting. Gak nyusahin pengguna jalan, gak capek juga mondar mandir. Efisien banget
Gw kurang paham ama org2 yg komplain dengan pejabat (mentri pres wapres atau gub dll) yg kl dijalan pake pengawal yg ngebuka jalan, Coba Deh kita duduk berimbangβ¦ menurut ge ya, kl itu dilakukan dalam melaksanakan TUGAS rasanya pantas lah. Agenda sebegitu banyak , tanpa pengawalan bgitu WAKTU bs abis dijalan. Kecuali agenda pribadi mau leyeh2 karaokean π
Trus kl Mrk telat nyampe lokasi , naik lagi tweet βKALO PEJABAT SUKA TELAT !β
π«’
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Pernah dibully dokter spesialis di RS Swasta terkenal. Padahal dokter ini hasil rekomendasi rekan kerjanya. Semenjak kejadian itu, sekarang cari dokter googling dulu. Cari informasi selengkap2nya. Trauma banget lagi sakit malah dibully
Biasanya tolak angin, fresh care, salonpas, counterpain hampir tiap malam. Sekarang tidak pernah pakai lagi. Lepas ketergantungan ini semua setelah rutin olahraga minimal seminggu 3x, body pump, body combat, yoga, zumba, pilates or joging. Pas lg free, ada kelas apa ya ikut aja
@aMrazing Yesss, udah beberapa orang yg gw cut off.... Drpd ribut, lalu malah makin lebar ributnya, mending diam & cut off. Lebih bahagia & sehat diri sendiri
NIK gw pun dibekukan... RT datang dgn informasi ini, minta surat ini itu. Belum gw urus lagi. Seumur hidup di Jakarta & ga pernah pindah rumah. Pemilu kemarin ikut, setelah Pemilu NIK beku. Random amat sih sampe bekuin NIK warga sendiri
Tiba tiba dikabarin NIK anak gua dibekuin.
NIK.. anak gua. π€£
Tapi gua ma Bapaknya aman.
Terus untuk recovernya perlu berkas kependudukan. Anak gua coy, makan ayam aja masih minta disuwirin.
Gw terbiasa off camera di meeting online. Selain karena alasan penampilan (yg kalau WFH hanya baju rumah) juga karena kualitas internet yg di Indonesia kurang bagus. Kalau semua on cam, suara jd putus2. Apalagi kalau ada yg presentasi
Kerja bagus, itu kan emang tugas kamu disini...
Pas performance review yg dibahas kesalahan2 kecil... achievement seakan2 ga ada
Pas resign, diretain... mohon2 untuk tetap "stay"