NAH
Ini Rooney sangat logis. Ronaldo udah bukan sprinter seperti dulu. Kekuatannya ya sebagai poacher.
Karena nggak berani mencadangkan Ronaldo, ya kudu bisa bawa bola ke box. Maksimalkan crossing, cut-back, dll.
Tapi ya bukan salah Bruno, sih. Game play Roberto Martinez aja yang ngantuk.
Lisandro Martinez’s game by numbers vs. Cape Verde:
98% pass accuracy
74 carries (!!!)
21 passes into the final third (!!!)
6 clearances
4 ball recoveries
5 progressive carries
0 x dribbled past
1 goal
1 assist
WHAT A PLAYER. 👏👏👏
Bahaya terbesar dari konten rage bait gini adalah oversimplified masalah demi engagement. Narasi "tanah sendiri kok dilarang" dipake utk memicu kemarahan emosional. Sesuatu tetap perlu diberi konteks, tujuannya supaya bikin orang paham, bukan jadi marah.
Faktanya, setiap kepemilikan tanah di Indonesia terikat hukum tata ruang. Mengubah sawah menjadi tambak udang secara ilegal melanggar hukum karena mengancam sektor pangan dan ekosistem lingkungan.
Tambak udang itu menghasilkan limbah; kalau tanpa izin dan amdal, justru berisiko merusak tanah warga di sekitarnya.
LUKE SHAW: Salah satu transfer paling “what if” di era modern United.🤷🏻♂️
Waktu itu usianya baru 18 tahun. Harganya sekitar £30 juta, angka yang tergolong gila untuk seorang bek kiri muda.
Seinget gue dulu United bidding war bareng Chelsea buat dapetin Shaw ini.
Lanjut.. awal kariernya di United nggak langsung mulus. United lagi ada di masa transisi, performa tim inkonsisten, dan Shaw juga butuh waktu buat adaptasi.
Lalu dateng momen yang mungkin mengubah seluruh kariernya.
September 2015, laga lawan PSV di UCL. Shaw patah kaki. Dia absen +- 7 bulan.
Setelah balik, dia kesulitan menemukan performa terbaik. Pernah beberapa kali dikritik Mourinho, bahkan Mou menempatkannya di posisi paling akhir di antara bek-bek United Saat itu.
Singkatnya mulai musim 2020/21, Shaw mulai ngebuktiin kualitasnya. Dia tampil luar biasa, sampai fans ngasih julukan "Shawberto Carlos".
Bahkan di era Ten Hag, dia juga sering kali dimainkan sebagai bek tengah dan tetap tampil bagus. Itu nunjukin kalau kualitas sepak bolanya emang gak pernah diragukan.
Tapi, masalah Shaw tuh selalu sama.. CEDERA.
Semua cedera diborong sama dia, mulai dari harmstring, otot, paha, betis, sampe patah kaki dia udah coba semua.
Hari ini anniversary-nya ke 12 tahun dia berseragam United. Dari 12 tahun itu, dia absen lebih dari 4 setengah tahun hanya untuk mencoba cedera2 yang ada di sepak bola.😅🙏🏼
Makanya transfer Shaw ini gue katakan “what if” karena ketika dia fit, kualitasnya gak pernah jadi pertanyaan.
Musim lalu, Luke Shaw menang melawan tubuhnya sendiri. 38 laga PL 38 starter. Versi Shaw yang selalu kita bayangkan, akhirnya muncul. Itu pun karena sugesti setiap ada turnamen akbar dia selalu fit.
Berikut statistik Luke Shaw selama berseragam United:
👕 323 pertandingan
⚽ 4 gol
🎯 29 assist
🟨 51 kartu kuning
🟥 2 kartu merah
⏱️ 24.000+ menit bermain
🏆 1 × FA Cup (2023–24)
🏆 2 × EFL Cup (2016–17, 2022–23)
🏆 1 × UEFA Europa League (2016–17)
🏆 1 × FA Community Shield (2016)
⭐ Sir Matt Busby Player of the Year (2018–19)
⭐ Players' Player of the Year (2018–19)
Angka yang cukup untuk bilang dia bukan transfer gagal.
Tapi juga cukup untuk bikin kita bertanya:
“Seberapa jauh Shaw bisa melangkah kalau tubuhnya lebih bersahabat?”
Thought?
Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.
rendang sebenernya awet bgt makanya dulu ibunya malin kundang masak rendang untuk bekal malin kundang merantau, di box makanan itu si ibu nulis:
for malin