Terbiasa punya keinginan sendiri, jarang ikut arus yang lagi tren apalagi yg ga sesuai kepribadian. Gampang pengen tapi pengen ya emang kebutuhan sendiri, bukan mau nunjukin ke orang lain. Eh nurun ke anak sendiri. Temen2 nya lagi tren apa, dia tahu tapi ga pengen :')
Dibayar recehan koin ga mau, bayar receh kembalian diganti permen. Kalau harganya 5500, dibayar 500 pakai permen 5 mau ga ya toko2 yang biasa pakai kembalian permen? ๐คง
"Uang Koin Yang Tak Dianggap"
Siang ini panasnya luar biasa, selesai antar paket Madu ke ekspedisi, saya memilih duduk di bangku indomaret di temani minuman dingin dan sebungkus rokok bisa buat kepala jadi dingin.
Di bangku paling pojok seorang wanita muda dengan jilbab hitam pudar menatap kosong ke jalan yang ramai. Matanya berkaca kaca sambil memeluk erat tas ransel di dadanya.
Awalnya saya hanya perhatikan sekilas aja. Mungkin dia lagi ada masalah dengan cowoknya atau mungkin dengan temannya di kampus. Saya yakin dia itu mahasiswi karna ada jas almamater di atas meja.
Saat lagi fokus balasin wa orderan madu yang masuk. Sayup sayup terdengar suara tangisan. Saya langsung menoleh ke wanita itu. Karna hanya ada saya, abang parkir dan wanita itu di depan Indomaret. Nggak mungkin juga tukang parkir tatoan itu yang nangis.
Ternyata benar wanita itu lagi menangis pelan menunduk sambil mengusap air mata dengan jilbab hitam pudar.
Lama saya menoleh dan menatapnya. Berharap dia juga akan menoleh jadi saya bisa bertanya. Tapi dia hanya menunduk. Terlalu berat beban di hatinya. Meski menangis pelan namun bahunya bergerak gerak seperti menahan agar tangisnya tidak kencang.
Setelah beberapa saat akhirnya wanita itu menoleh ke saya yang lagi menatap dia dengan kebingungan.
"Baru di putusin pacarnya ya"
Tanya saya untuk memecah kebisuan. Dengan senyum tipis yang dipaksakan dia menggelengkan kepalanya. Lalu kembali menunduk dan memeluk erat ranselnya.
Dari wajahnya terlihat usianya masih muda. Mungkin beda 1 - 2 tahun aja dengan anak saya.
Bahaya nih kalau nanti ada
"Agus buntung" datang bisa di bawa ke home stay.
Saya berdiri dan duduk di bangku kosong di depan dia.
Bulutangkis akan merindukanmu, Hendra โค๏ธ
Terima kasih untuk dedikasi, pengabdian dan prestasi untuk Indonesia selama 35 tahun. Warisanmu kan abadi.
Sampai jumpa di Indonesia Masters 2025.
#HendraSetiawan#Retirement#BadmintonIndonesia
Ditambah kerjaan (yang menghasilkan uang) lebih banyak di depan laptop atau tablet. Terverifikasi terlihat seperti banyak free time leha2, rebahan sambil scroll medsos XD Jadi cukup sering jadi sasaran orang2 "kamu aja, kan ga ngapa ngapain" ahaii. Seru deh XD
Baru kerasa kaki serasa pegal berlebih. Ya apalagi, wara wiri dapur, depan rumah, kamar, yang istirahatnya ga tentu jadwal cukup bikin ga sadar kalau lelah. Ngeluh? Ga XD Enjoying till now.
Kalimat pertama nak kicik, baru nyampe rumah pulang dari buber ngaji, "mamah sudah buka?" *Sini nakkk peluk mamah dulu* Perhatian kecil yg co cwitt buat mamah :')
Hari ini buka sendiri. Nak kicik buber di tempat ngaji, bapake di kantor. Mama time!! Masak suka2 seporsi, nikmat nihh XD Biasanya menyesuaikan 3 lidah, sekarang yaahh memanjakan lidah sendiri dulu XD
Ocehan tahun lalu di tl atas sendiri. Pas banget bulan puasa. Uda ga mau dipanggil adek dan sudah belajar puasa hampir sebulan ini. Dont grow up too fast baby :')