Breaking
"Ada oknum guru yang membersihkan darah korban lalu menyampaikan, 'Jangan sampaikan ke orang tua kalau dipukul ya, katakan saja kalau jatuh'," ungkap Huseinda.
Keluarga Muhammad Hasbi Al Aqib (7), siswa SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, yang tewas diduga akibat dirundung dua kakak kelasnya, resmi melaporkan Kepala Sekolah Erning Rustini ke Inspektorat Kabupaten Pemalang.
Kuasa hukum keluarga korban, Huseinda Kusuma, menegaskan laporan tersebut dilayangkan lantaran pihak sekolah dinilai melakukan pembiaran hingga berujung pada tewasnya Aqib.
"Dasar laporan kami karena banyak sekali indikator kelalaian kepala sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak," ujar Huseinda kepada wartawan, Jumat (9/10).
Selain itu, pihak sekolah membiarkan kamera pengawas (CCTV) rusak tanpa perawatan berkala sehingga hanya menjadi pajangan.
Tak hanya lalai, Erning juga diduga berupaya menutupi kasus perundungan tersebut dengan meminta agar peristiwa ini tidak diviralkan, serta sempat menawarkan sejumlah uang yang ditolak tegas oleh keluarga korban.
Indikasi penutupan kasus juga melibatkan oknum guru. Pada 12 September lalu, saat hidung Aqib berdarah akibat dipukul, seorang guru mengobatinya sembari mengintervensi korban agar berbohong.
"Ada oknum guru yang membersihkan darah korban lalu menyampaikan, 'Jangan sampaikan ke orang tua kalau dipukul ya, katakan saja kalau jatuh'," ungkap Huseinda.
Azerbaycan'da başörtüsü yasağından dolayı okula alınmayan arkadaşlarına destek olmak için bir okuldaki öğrenciler derse girmeyerek yasağı protesto etti.
Dalam 2 Bulan di Pemalang Kasus Perundungan ini menyebabkan 2 anak Meninggal dunia 😭
Dua anak, dua keluarga yang kehilangan, dan mimpi-mimpi kecil yang tak lagi bisa mereka ceritakan. 💔
Ahmad Al Fian, siswa SMP Negeri 4 Randudongkal, meninggal dunia pada 2 Agustus 2026. Sementara Muhammad Hasbi Al Aqib (Aqib), siswa kelas 2 SDN 01 Kebondalem, meninggal dunia pada 30 September 2026.
Dua kepergian ini menjadi pengingat bahwa perundungan bukanlah candaan biasa. Sekolah seharusnya menjadi tempat anak belajar, berteman, dan meraih cita-cita, bukan tempat mengenal rasa takut dan kekerasan.
Kami mengajak Dindikpora Kabupaten Pemalang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan anak di sekolah, menggelar doa bersama untuk Ahmad Al Fian dan Muhammad Hasbi Al Aqib, serta memperkuat komitmen menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Jangan biarkan kepergian mereka berlalu tanpa perubahan. Setiap anak berhak tumbuh tanpa rasa takut. Jangan biarkan duka ini terulang.
Bertahun-tahun Bekerja, Diduga Tak Digaji dan Mengalami Ancaman! 😢
Seorang perempuan mengaku terpaksa bekerja selama bertahun-tahun tanpa menerima upah. Dalam video ini juga muncul dugaan adanya ancaman dan kekerasan ketika ia menolak bekerja.
Jika benar terjadi, kondisi ini bukan persoalan sepele. Setiap pekerja berhak mendapatkan upah, perlindungan, dan perlakuan yang manusiawi. Dugaan tersebut perlu ditelusuri agar korban mendapat perlindungan dan keadilan.
Jangan biarkan ketakutan membuat seseorang kehilangan haknya.
BREAKING
INFO 🚨
Kepala Sekolahnya dapat jabatan yang sama tapi dilain tempat
Erning Rustini, Kepala SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, yang dicopot buntut kasus tewasnya Muhammad Hasbi Al Aqib (7), justru mendapat penugasan baru sebagai kepala sekolah di tempat lain. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum keluarga korban, Huseinda Kusuma.
"Kepala sekolahnya itu kan sudah dicopot, tetapi ada informasi lain yang kami dapatkan bahwa kepala sekolah ini diusulkan untuk menjadi kepala sekolah di tempat lain. Sudah lolos. Kami ada bukti suratnya," ujar Huseinda kepada kumparan, Jumat (9/10).
Huseinda menyebut surat kelulusan seleksi itu terbit pada 2 Oktober 2026, atau dua hari setelah kematian Aqib pada 30 September 2026.
Menurut Huseinda, penugasan baru ini menunjukkan Pemkab Pemalang tidak bersungguh-sungguh dalam menangani kasus tersebut oleh Inspektorat. Ia menilai Erning seharusnya menjalani pemeriksaan komprehensif, bukan malah diberi penugasan baru.
📸: Dok. Istimewa, kumparan
kabar duka dari negara negara tetangga
Di Malaysia 3 anak sekolah kakak beradik meninggal kecelakaan
Pergi ke sekolah, tapi mereka gak tau yang sekolah tutup karna ASAP KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN UDAH PARAH DISANA! Pulang sekolah, ket4brak truk krn jarak pengelihatan terbatas
Sutanto, pejabat yang teken suket gibran
Profil
Nama Lengkap: Sutanto, Dr, S.H., M.A.
Tempat Lahir: Boyolali,Jawa Tengah
Tanggal Lahir: 28 Januari 1964
Usia: 62 thn
NIP: 196401281988031001
Gelar Akademik:Doktor (Dr.), Sarjana Hukum (S.H.), Master of Arts (M.A.)
INILAH ORANG YANG MEMBUAT BALI DIBENCI ATAU MAKIN DIBENCI oleh bangsanya sendiri.
Apakah congor AWK ini mewakili rakyat Bali ? Saya yakin tidak.
AWK semakin memperkeruh pariwisata Bali. Memperkeruh suasana persaudaraan sesama suku di 🇮🇩
AWK jadi hama.