#Gempa Mag:3.3, 18-Aug-2026 11:40:21WIB, Lok:7.94LS, 121.04BT (86 km BaratLaut MBAY-NAGEKEO-NTT), Kedlmn:17 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
MENGAPA WILAYAH PERKOTAAN DAN KAWASAN INDUSTRI LEBIH SERING TERJADI ANGIN PUTING BELIUNG??
Nah ini mimin jelaskan ya gaes, Secara sederhana, kenapa wilayah perkotaan padat dan kawasan pabrik lebih sering terkena angin puting beliung bisa diibaratkan seperti "oven raksasa" yang bertemu dengan "pengaduk udara". Berikut adalah penjelasannya dalam bahasa bayi...☺️
1. Efek "Oven Raksasa" (Kota yang Sangat Panas)
Di kota dan kawasan industri, banyak sekali jalan aspal, beton, dan atap pabrik. Benda-benda ini menyerap panas matahari di siang hari dan menyimpannya. Akibatnya, kota menjadi jauh lebih panas (gerah) dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya. Udara yang sangat panas ini sifatnya ringan sehingga akan terbang naik ke atas langit dengan sangat cepat. Udara yang naik dengan cepat inilah bahan baku utama terbentuknya awan badai raksasa.
2. Polusi sebagai "Pupuk" Awan Badai
Kawasan pabrik dan jalanan kota menghasilkan banyak sekali asap, knalpot, dan debu. Di langit, uap air butuh tempat menempel untuk bisa berubah menjadi titik-titik air awan. Nah, asap dan polusi tebal inilah yang menjadi tempat menempelnya uap air. Semakin kotor udaranya, semakin subur dan cepat awan badai hitam (awan Cumulonimbus) itu tumbuh membesar.
3. Gedung Tinggi Membuat Angin "Terjebak dan Berputar"
Bayangkan aliran air deras di sungai yang menabrak banyak batu besar; airnya pasti akan berputar-putar. Begitu juga angin. Saat angin kencang meniup kota dan menabrak gedung-gedung bertingkat atau pabrik besar, anginnya pecah dan berbelok-belok. Tabrakan ini menciptakan pusaran-pusaran angin kecil di dekat permukaan tanah. Ketika pusaran kecil ini tersedot ke atas oleh udara panas yang terbang ke awan (di poin 1), pusarannya ikut berdiri tegak dan membesar menjadi puting beliung.
4. Tambahan "Panas Mesin"
Selain panas dari matahari, kawasan kota dan pabrik juga terus-terusan membuang panas dari mesin-mesin industri, knalpot jutaan kendaraan, dan udara buangan AC. Tambahan "panas buatan" ini membuat udara di bawah awan selalu dalam keadaan mendidih dan tidak stabil, sehingga badai angin punya energi yang tidak ada habisnya untuk terus berputar.
Intinya gini gaes, Suhu yang luar biasa panas ditambah polusi pabrik mempercepat pertumbuhan awan badai, sementara deretan gedung-gedung tinggi memutar angin di bawahnya hingga akhirnya membentuk belalai puting beliung.
Jangan kaget ngeliat pesawat USAF 🇺🇲 lewat wilayah Indonesia.
Buat yang tidak tahu:
1. Indonesia sebagai negara kepulauan wajib memberikan "Right of Innocent Passage" (ROIP) bagi kapal dan pesawat yang ingin melewati wilayah Indonesia.
2. Right of Innocent Passage di Indonesia diberikan jalur : ALKI I, ALKI II, ALKI III.
3. ROIP diperbolehkan untuk kapal/pesawat sipil maupun militer.
4. Selagi melewati ALKI dengan ketentuan ROIP, pesawat dan kapal WAJIB menyalakan transpondernya.
5. Dalam perlintasan menggunakan ROIP, pesawat/kapal tidak boleh menggunakan fire control radarnya (search radar boleh).
6. Jika melintas dengan singgah di pelabuhan/bandara Indonesia, maka tidak boleh menggunakan ROIP, harus dengan ijin masuk yang sesuai.
Perlintasan begini udah rutin kok. tidak hanya militer 🇦🇺 dan 🇺🇲, tapi 🇨🇳 dan negara² lain juga.
SIARAN PERS
BMKG: Perkembangan Bibit Siklon 93S di Selatan Indonesia, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi di Bali, NTB, NTT
Jakarta, 11 Desember 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun sistem ini diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan potensi dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dampak tidak langsung 93S mengakibatkan beberapa wilayah, antara lain Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan.
“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal, Kamis (11/12).
Berdasarkan hasil analisis BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem saat ini mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa, Pengamatan ini menunjukkan awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik sehingga proses penguatan sistem diprakirakan berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa dalam 24 jam ke depan, intensitas 93S cenderung persisten dengan pergerakan perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Sementara itu, dalam 48–72 jam ke depan, sistem ini diprakirakan mulai meningkatkan intensitasnya secara bertahap seiring membaiknya pola sirkulasi, dengan pergerakan yang konsisten menjauhi wilayah Indonesia.
“Berdasarkan analisis kami, sistem ini bergerak perlahan menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan tidak akan berdampak langsung ke daratan,” ujar Guswanto.
Sebelumnya, 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07:00 WIB dengan pusat sirkulasi di sekitar 12.0°LS–117.0°BT dan masuk ke dalam dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan kepada seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga media massa untuk membangun sinergi dalam menyampaikan informasi perkembangan 93S secara akurat dan terpercaya kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Di sisi lain, masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan wilayah yang rentan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan. Pun, pelaku kegiatan pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diharapkan menyesuaikan aktivitas mereka berdasarkan informasi resmi gelombang tinggi yang BMKG keluarkan.
“Hindari penyebaran informasi yang menimbulkan kepanikan. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada kanal resmi BMKG untuk memastikan langkah pencegahan dilakukan secara tepat dan efektif. Ketenangan masyarakat adalah kunci utama dalam kesiapsiagaan kita bersama," jelas Andri.
BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi secara real-time terkait perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S, termasuk peringatan gelombang tinggi, prakiraan cuaca harian, dan peringatan dini cuaca ekstrem. Seluruh pihak diimbau untuk senantiasa merujuk pada kanal resmi BMKG guna memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan efektif demi keselamatan masyarakat.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG
Watch as the first #A400M for Indonesia 🇮🇩 lifts off for its maiden flight 🛫
During the flight, the aircraft performed a range of manoeuvres to validate the aircraft’s handling and evaluate key systems. We’re already working on the second A400M for the Indonesian Air Force in our Final Assembly Line in Seville 🇪🇸, which is currently undergoing tests before moving on to the paintshop. 🎨
Delivery of the first Indonesian A400M is scheduled for the end of 2025.
🚨🔴⚪️ Excl: Lille agree deal to sign Calvin Verdonk from NEC for €3m package, all done.
Indonesia international will play tomorrow his last game for NEC to help his club and coach with who he has top relation.
Straight after game, medical in Lille. 🇮🇩