🐙: kata mas dew kalo pdvv adu panco yg menang either mas dew ato yudis. apa iya km kalah?
🌪️: lah mana mungkin aku kalah, ngarang bgt mas mas itu
🐙: kamu sama mas dew kalo adu panco siapa yg menang?
🌪️: pdvv 4 org itu mereka barengan berempat panco sm aku sendiri, kalah mereka
🥃: EH ngapain kau nunduk situ depan dosen?
🥃: hah? ngapain kau? hah? ngapain kau tadi?
🕯️: aku cari barang ya Allah
🥃: ngapain kamu dari bawah itu?
🕯️: salah paham
🌪️: ngapain dia?
🥃: masa kayak gini tadi bim
🌪️: lah ga boleh ya kamu begitu
🕯️: LAHH
#SadewaSpilled#Jejaknaia
guys maaf sebelumnya gently asking is it ok with juna kalo momen blio vulnerable diclip? jujur cuma nanya aja karena sebagai anak panti (gw maksudnya, yatim piatu) i feel like kita mesti lebih berhati-hati approaching this topic.
tapi kalo blio ok gapapa hehe
Maaf kalau ini terkesan menambah keramaian, tapi ini adalah keresahan yang udah kuma pegang dari awal kuma jadi VTuber. Dan ketika kasus ini terjadi, keresahan kuma sayangnya tervalidasi.
Dari sudut pandang kreator:
Dunia ini candu. Validasi, rasa dicintai, dan diagungkan di internet itu tinggi banget. Kalau seorang kreator gak punya dasar kecerdasan emosional yang kuat, mereka bakal mabuk, merasa punya kuasa, dan akhirnya bertindak manipulatif seperti kasus yang terjadi sekarang.
Dari sudut pandang viewers:
Kalian harus ingat, kalian itu penonton. Batasan itu mutlak, bukan karena posisi kalian rendah, tapi itu adalah benteng perlindungan kalian. Ketika kalian mengidolakan seseorang secara berlebihan—apalagi dengan branding hubungan personal—lalu kreator itu mendekat, logika kalian bakal lumpuh. Rasa cinta dan kagum itu variabel yang bisa bikin orang bodoh. Ketika variabel itu ketemu sama kreator yang manipulatif, hancur sudah.
Kuma selalu mau melihat ini dari sudut pandang viewers, karena jumlah kalian banyak dan bagi kuma, kalian yang lebih penting untuk dicerdaskan. Kuma gak bakal berhenti buat bilang ke kalian untuk terus berpikir kritis.
Satu pesan terakhir dari Kuma: TOLONG YANG UDAH GEDE, KALO LIAT ADEKNYA NONTON VTUBER, JAGAIN.
Kematangan emosional anak-anak atau remaja itu masih rendah, bimbing mereka. Kalau mau dicari salahnya, salah kita adalah kita gak bisa mengontrol anak di bawah umur untuk tidak menonton konten yang belum porsinya, dan faktanya gak banyak VTuber yang peduli soal ini.
Kuma sengaja nahan diri buat gak langsung berkomentar kemarin, karena Kuma gak mau ngomong pakai eforia atau emosi. Kuma cuma mau ngingetin lagi: internet gak seindah avatar di layar kalian. Jaga batasan kalian, dan tolong saling jaga satu sama lain
Ada satu hal yang bikin aku salut sama fandom VTuber, terutama fandom VTuber ID
Satu hal itu adalah, ketika ada kejadian yang menguras emosi, semua pihak yang ada di fandom saling menguatkan satu sama lain, baik itu semua pihak non-vtuber sampai bahkan VTubernya sendiri pun ikut turun tangan ngasih dukungan dalam bentuk apapun yang mereka bisa (termasuk ngasih info psikolog)
Setelah aku lihat timeline, udah banyak temen-temen VTuber dan non-VTuber yang ngasih saran untuk istirahat (termasuk dari medsos), ngelakuin kegiatan yang disuka, tidur cukup, makan enak + sehat, bahkan ada yang saran buat meng-oshi-kan Nabi
Jadi, saran dari temen-temen udah cukup banyak, dan udah mencakup semua yang ingin kusampaikan
Aku berharap, temen-temen di sini bisa pulih dari apapun yang kalian alami selama ini 🙏🏻