BREAKING: media Jepang menyebut pemerintah Indonesia memakai buzzer untuk membungkam publik dengan cara menuduh warga yang kritis sebagai "antek-antek asing"
---
Antek-antek asing mendunia guys.
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.
💚 update dari terror buzzer wowok, sampe adik ku sendiri juga kena terror, dan WA gue sendiri juga mau disadap, stay safe everyone! Jangan pernah takut untuk bersuara!
Dengan logika yang sama, harusnya:
- Maling bisa minta keringanan hukuman karena tangannya lecet pas memanjat pagar.
- Penipu boleh minta keringanan karena jarinya pegel ngetik chat tipuannya.
- Pembakar hutan minta keringanan hukuman karena matanya perih kena asap.
Dasar aneh.
Pelaku tidak otomatis menjadi korban hanya karena ikut merasakan konsekuensi kecil dari tindakan yang sengaja dia lakukan sendiri.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Perhatiin polanya :
pengusaha, TNI, Polri dll dikasih proyek : MBG, Kopdes Merah Putih dll
Hakim dikasih kenaikan gaji
udah tau mau kemana arahnya kan? siap-siap aja
Lah, Andrie Yunus gak diminta untuk disiram. Itu kan ulah dari mereka sendiri.
Kemudian, hukumannya diringankan karena terkena dampak cipratan juga?
Yap, gua yakin memang ini ada perintah.
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni