@aonohanasaku Hah—karena sudah dituntut begini oleh ribuan pasang mata, apa boleh buat. Maka, Aizō pun melangkah mendekat ke samping Yūjirō lalu …
TENTU SAJA OGAH MELENGKAPI TANDA HATI ITU. Ia malah mengacungkan ibu jari di samping separuh hati yang dibuat Yūjirō.
“Konser yang luar biasa ini tentu tidak akan terjadi tanpa bantuan orang-orang hebat di belakangnya. Terima kasih para staf yang sudah bekerja keras. Julietta, ayo sama-sama berkata, terima kasih banyak! Satu … dua … tiga, TERIMA KASIH BANYAK!”
@aonohanasaku Tentu saja Aizō juga ikut keluar dari balik panggung sambil berseru, “AKU MENCINTAI KALIAN, JULIETTA!” Lagi-lagi membuat tanda hati dengan salah satu tangan juga jarinya.
Dan ekspresinya itu jadi ditertawakan oleh para Julietta. Duh, malu sedikit. Tapi ia betulan terkejut dan bingung. Memang ada acara menghilang dari panggung di tengah-tengah penutup, ya?
Dalam posisi wajah kebingungan hebat, Aizō pun turut bergabung dengan
dapat sampai ke seluruh bangku yang ada di tempat ini.
Tetapi, ketika sedang asik menyapa para Julietta, dilihatnya Yūjirō tiba-tiba saja hilang dari panggung. Itu juga karena ia diberitahu oleh salah seorang penonton!
“Lho!?” Ia sendiri nampak terkejut.
@aonohanasaku “JULIETTA! TERIMA KASIH!” Seruan dilayangkan Aizō sementara tangannya sibuk melambai-lambai dengan begitu bersemangatnya. Seolah tak kenal lelah, ia berlari dari ujung panggung ke ujung lainnya—dengan sedikit harapan bahwa sapaan dan ucapan terima kasihnya itu
@aonohanasaku Ketika alunan musik sirna tak terdengar, bisikan manis meluncur dari bilah bibir dua pemuda yang berpijak di atas panggung. Tanpa ragu, keduanya berucap, “suki da yo.” Sebuah pengakuan cinta yang tentu saja ditujukan untuk seluruh insan yang hadir di tempat ini—para Julietta!
@aonohanasaku “Deau mae kara~” melanjutkan tembang, Aizō tersenyum begitu lebar sementara kaki dan tangannya terus bergerak. “Sagashite ita yo kimi wo!” Diawali dengan gestur mencari hingga menunjuk ke hamparan penonton berhiaskan kelap-kelip lampu biru dan kuning—
“Boku wa koisuru~” Bersama dengan musik latar yang mengiringi penampilan, Yujiro dan Aizo menyatukan vokal menyanyikan bagian pembuka lagu. Aizo, yang berdiri di sisi kanan panggung, meski konser telah mendekati ujungnya, tetap tersenyum cerah memandang