Anton menghela napas panjang. Tatapannya tajam ke arah kedua abangnya, Sohee dan Sungchan, yang dengan santainya masih menunggu transferan seolah-olah mereka sedang menagih utang negara. Tega sekali mereka memalak adiknya sendiri. Padahal Anton merasa selama ini sudah menjadi adik yang cukup baik; setidaknya dia nggak pernah meminta uang mereka sebanyak ini.
Namun, yaudasi apa boleh buat. Dengan wajah pasrah, Anton akhirnya membuka ponselnya dan mencari aplikasi DANA. Jarinya bergerak beberapa kali di layar, memasukkan nominal yangβ¦... hmm yach, cukup sich untuk membeli rumah, tanah dan mungkin satu kompleks kecil kalau sedang ada promo.
Setelah memastikan jumlahnya benar, Anton menekan tombol kirim.
Transfer berhasil.
Anton menatap layar beberapa detik, lalu perlahan mengangkat wajahnya. "Mulai hari ini,β katanya dengan suara penuh luka dan drama, βkita putus hubungan! Pokoknya klean bukan abang aku lagi.β
Anton memasukkn ponselnya ke saku, mengangguk kecil dngan wajah sok tegar, lalu berjalan pergi sambil menahan diri agar tidak menoleh lagi.