LAST ROUND
LEE CHANYOUNG X PARK SUNGHO
ONESHOOT AU
Anton menatap layar ponselnya dengan mata sedikit menyipit. Di sana, ada tiga pesan yang masuk hampir bersamaan, semuanya berisi ajakan untuk keluar makan malam malam ini. Dari Park Sungho, Kim Jiwoong, dan Sung Hanbin, tiga orang yang sama-sama lebih tua darinya dan entah kenapa dua dari ketiga itu selalu merasa punya hak untuk mengajak Anton pergi secara mendadak.
Anton membaca satu per satu pesannya. Jiwoong mengajak makan, Hanbin bahkan sudah mengirim beberapa pilihan restoran, sementara Sungho hanya mengirim pesan singkat yang sederhana, menanyakan apakah Anton mau pergi dinner bersamanya malam ini.
Tanpa berpikir panjang, pilihan Anton langsung jatuh kepada satu nama.
Jari-jarinya dengan lihai membuka kontak yang sudah tersimpan dengan nama “Kakak Sungho sayangku”. Senyum kecil langsung muncul di wajahnya sebelum ia mengetik balasan dengan penuh semangat.
“OTAAY NANTI KAKAK JEMPUT ADIK YAAA JAM 19.30 >_<.”
Pesan itu bahkan belum sempat ia baca ulang ketika Anton langsung menekan tombol kirim. Setelahnya, ia santai saja kembali melihat dua pesan lainnya, lalu dengan tanpa rasa bersalah sedikit pun memilih untuk mengabaikan keduanya.
Lagipula, siapa mereka?
Beberapa detik kemudian, notifikasi dari Sungho muncul.
Anton langsung membuka chat tersebut dan membaca balasannya.
“Iya, Adikku cintaku sayangku duniaku.”
Anton terdiam.
Lalu senyumnya perlahan melebar sampai matanya ikut menyipit. Ia bahkan sampai menutup mulutnya sendiri karena merasa terlalu senang hanya gara-gara satu pesan singkat. Pipinya terasa hangat, dan tanpa sadar ia memeluk bantal yang ada di sebelahnya sambil menggulingkan tubuhnya ke atas kasur.
“Apaan sih Kak Nyangho...…” gumamnya, meski senyumnya sama sekali tidak hilang.
Anton membaca pesan itu sekali lagi.
Kemudian sekali lagi.
Dan sekali lagi.
Sampai akhirnya ia sadar bahwa waktu sudah berjalan cukup jauh dan ia belum melakukan apa pun untuk bersiap.
“ASTAGA, JAM TUJUH TIGA PULUH!”
Anton langsung bangkit dari tempat tidurnya. Ponselnya diletakkan sembarangan di atas meja sebelum ia berlari kecil menuju kamar mandi. Malam ini ia akan dinner bersama Kak Sungho, dan tentu saja ia tidak mungkin menyambut pacar tersayangnya dengan keadaan masih berantakan seperti baru bangun tidur.
Sambil menyalakan lampu kamar mandi, Anton masih sempat melirik layar ponselnya sekali lagi.
Pesan Sungho masih terpampang di sana.
Adikku cintaku sayangku duniaku.
Anton tersenyum kecil.
“Ya ampun, pacar aku…” gumamnya malu-malu sebelum buru-buru masuk kamar mandi.
Malam ini harus sempurna.
Setidaknya, menurut Anton, dinner bersama Kak Sungho memang pantas mendapatkan persiapan yang sedikit berlebihan.
@LoveableANTON ⠀
Happiness was in the air on this beautiful night, as we played happily and listened to delightful melodies. Thank you, @LoveableANTON, for bringing so many depressing new nuances to this night. We hope you sleep well, and we’ll see you next time! 🪷🤍
⠀