Munir :"Jejaknya (prabowo) memang cukup berdarah"
Jadi kalian gak usah kaget, kalo direzim wowo nyawa gak ada harganya sama kek direzim jokowi, nyawa manusia gak ada harganya!🥺
Pemimpin itu harus turun ke lapangan, bukan cuma jago bikin kebijakan dari balik meja.
Pemimpin yang mau ngerasain penderitaan rakyatnya biasanya bakal lahirin solusi yang bener. Pak Jonan emang beda level, sistemnya no debat!
Hina ibu berujung maut, sahabat pengal sahabat.
Tragedi mengerikan penemuan jasad pemuda yang tewas membusuk dengan kepala terputus di area perkebunan ini adalah potret gelap sebuah pengkhianatan ("air susu dibalas air tuba").
Korban dieksekusi secara keji oleh sahabat karibnya sendiri.
Fakta Tragedi Pitumpanua Korban: Muh. Algi Aprisal atau MAA (18/20), sopir dump truck. Pelaku: AL/MYA/AF (17), sahabat korban.
Saksi Kunci: Syarifuddin (50), penemu jasad. Otoritas: IPTU Fahrul dan AKP Andi Suhidin. Waktu: Hilang 8 Mei 2026; Ditemukan 14 Mei 2026; Ditangkap kurang dari 1x24 jam. Lokasi: Area kebun durian Desa Batu, Wajo. Penangkapan di Dadeko, Luwu.
Motif Ketersinggungan Verbal Motif utama kejahatan berpusat pada ketersinggungan verbal. Korban sering mengejek: "Suruh mamamu cerai sama bapak tirimu, biar saya yang nikahi mamamu". Ucapan ini memicu sakit hati terpendam, mengubah persahabatan menjadi kebencian mematikan.
Ironisnya, pelaku sering menginap dan menerima kebaikan pakaian serta sandal dari korban.
Kronologi Berdarah Berbekal sakit hati, pelaku memancing korban ke kebun durian Desa Batu.
Di sanalah ia menyerang sahabatnya dari belakang memakai sebilah parang ke leher korban.
Saat korban berbalik, parang kembali diayunkan ke kepala hingga tersungkur, disusul tebasan di betis.
Pelaku meninggalkan jasadnya membusuk berhari-hari hingga kepalanya terlepas. Siasat terbongkar saat aroma busuk menuntun saksi.
Resmob Polres Wajo bergerak cepat ke Dadeko menangkap pelaku, menyita iPhone 11 Pro Max dan motor CRF hitam.
Gue baru aja denger cerita soal korban judol yang terburuk sepanjang gue pernah denger banyak cerita membagongkan tentang korban judol.
Dari punya rumah di Grand Wisata Bekasi, sekarang terbaring lumpuh karena percobaan bundir yang gagal.
Beneran, stop judol please!!