Ini kopi rempah dgn brand Barilkha... murni 100% tanpa campuran kimia... produk anak bangsa... 🇲🇨🇲🇨🇲🇨
Ganti kopi harian mu dengan kopi Barilkha Rempah...
Order Now
https://t.co/GhBaNK8QsB
Lost £22 million partnership with Adidas for speaking against China's act of Brutality on the people of Uighar.
Lost his place from Germany's National team for appreciating Erdogan.
Lost his place from Club as he initiated MUSLIM LIVES MATTER AS WELL and criticised club for not backing him on for his stance on Uighar as they are human too.
Mesut Ozil is more than just a footballer. RESPECT.
Mohon doanya
Tiga bulan menyendiri
Istilah di kalangan Para Ilmuwan adalah Sabbatical leave. Bersendiri untuk mendalami, merenung, dan mempelajari.
Naskah - apapun adanya - insyaAllah sudah siap.
Mengingat 30 tahun yang lalu masa-masa menuntaskan Pendidikan Dokter. Saling bertanya dengan teman
"Kok bisa ya kita selesai kuliah Kedokteran dan syukur ngga jadi gila"
Kuliah Kedokteran sangat sangat berat. Meluluhlantakkan tubuh, jiwa, dan mental.
Kini perasaan itu terasakan kembali.
Disertai tentu dengan beban dan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Disertasi ini tentang Diabetes, penyakit yang diderita 20 juta orang di Indonesia, dan itu angka gunung es. Faktanya jauuh lebih banyak.
Dan disertasi ini mengangkat Kitab Suci Al Quran dengan ayat-ayat As Syifa, atau ayat-ayat penyembuh.
Berat, berat sekali pertanggungjawabannya.
Karena itu, saya mohon doa sahabat semua, sebangsa dan setanah air.
Filistin bayrağı açan Lamine Yamal tüm İsrail’de protesto ediliyor, formaları yırtılıyor.
O halde biz de Yamal’a çok büyük destek verelim!
Yamal’ı sevenler bu tweeti beğensin ve paylaşsın 🇵🇸
Ben Amerikalıyım ,bir Hristiyan olarak doğdum.
Fakat gazze halkının yıkılmaz ve sarsılmaz İMANINA şahit oldum . Onlar ölürken bile Allah diyorlardı ve ben de merak ettim araştırdım Allah bana hidayet etti ve Müslüman oldum
ELHAMDÜLILLAH 🤲☝️
Buat Klean dan jajaran yang dipilih sebagai pelayan setiap 5 tahun
Hentikan logika Klean untuk menyalahkan Rakyat
.
.
.
Orasi Menggetarkan dari Mahasiswa
👇Realitanya, semua harus tau...
“Kami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadah”
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jum’at meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
“Kalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.”
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Sadio Mane
Pesepakbola sederhana & dermawan
tetap memakai Hape retak walau gajinya Rp 5 Milyar / Minggu
daripada beli super car ia lebih memilih bangun sekolah taraf internasional dan Rumah sakit mewah tanpa pungut biaya
Rp 1,2 juta dibagikan setiap bulan ke semua orang yang ada dikampungnya
Masih banyak lagi yang ia bangun untuk keperluan orang banyak dan semua gratis
Beliau mega bintang yang luar biasa keren
ia ajarkan pada semua orang bahwa Punya harta itu untuk membantu orang lain bukan untuk dinikmati sendiri