"ke gs nikah mah sok Aya milik Rizki na ieuh"
pasti Aya ai daek usaha mah, lah ieu mah can kawin ge pagawean na sare wae lalaki jng aww na ek Aya milik kmha coba. lieur lah
orng lain yg nikah, kenapa saya di minta buat nanggung biayanya juga sihh. uang hasil keringat sendiri yg dari pagi sampe malem harus di kasih begitu aja, keluarga mereka aja gaada kontribusinya buat saya
Tahun kemarin Ade aku sama 1 orng temennya ikutan lomba bikin video mewakilin sekolah nya yg diadain sama gubernur, menang masuk 5 besar hadiahnya belasan juta yg keterima sama Ade aku cuman 200ribuan
Pas kelas 2 pernah juara 1 lomba bhs Inggris sekabupaten. Waktu penerimaan hadiah uang dan piala diantar guru bahasa Inggris ke kota, pas pulang dia bilang, “Kamu Bapak antar pulang langsung ya ke rumah, kalau kamu balik ke sekolah lagi nanti uang hadiahmu diminta kepsek.” 😂
Kalau mau menikahi seseorang, penting untuk melihat dia tumbuh di lingkungan keluarga seperti apa.
Bukan untuk menghakimi latar belakangnya, tapi untuk memahami pola pikir, kebiasaan, dan cara dia memandang hubungan.
Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang komunikasi, cara menyelesaikan masalah, cara mengekspresikan emosi, dan bagaimana memperlakukan orang lain. Dari situ biasanya terbentuk karakter dasar yang akan terbawa sampai dewasa. Misalnya, orang yang tumbuh di keluarga yang terbiasa terbuka cenderung lebih mudah diajak berdiskusi, sementara yang tumbuh di lingkungan penuh konflik mungkin punya cara bertahan yang berbeda, seperti menghindar atau menahan perasaan.
ISLAM MEMULIAKAN WANITA
Jika engkau terlambat menikah,
maka ingatlah kisah Khadijah binti Khuwailid.
Beliau bersabar dalam penantian, menjaga kehormatan, dan tetap menjadi wanita mulia hingga Allah menghadiahkannya suami terbaik di muka bumi pada usia yang tidak lagi muda. Dari beliau kita belajar, bahwa kemuliaan seorang wanita tidak diukur dari cepat atau lambatnya menikah, tetapi dari kualitas iman dan akhlaknya.