@LucasSB54367711@flaviogarag Sim sim. 11 milionários venderam a glória eterna e o maior campeonato possível já criado pela humanidade em troca de mais dinheiro.
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)
@Mecanico_999@Juli0DMello@centraIsaopaulo Da mesma forma que o futebol não era tão profissional, técnico e tático como hoje. Pelé não encontrava times bem treinados com ótimos defensores como existem hoje. Incontestável que é o Rei, o maior... O cara parou uma guerra. Mas não é o melhor.
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)
@mithrwndir@IssufoSumaiil Acho que vc trouxe um bom ponto de vista que ninguém sequer percebeu até agora. Mesmo não achando pênalti em nenhum, se é pra ser interpretativo, o VAR deveria ter chamado pra interpretação do árbitro
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)
udah jatuh di tarik, di tendang pula kakinyaa, fans mesir atau penaldo yg nyamar g ada suaranyaaa. padahal itu potensi goal ( menggagalkan kombinasi cepat)