– Iran tidak meminta apa pun dari Amerika Serikat, dan Trump mundur karena kekuatan militer Iran.
– Jika AS berani melakukan tindakan agresi yang bodoh, respons keras kami akan memengaruhi seluruh kawasan.
@Spectator_MENA
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismael Baqaei:
– Iran hampir mencapai kesepahaman dengan Oman tentang pengelolaan Selat Hormuz.
– Mencapai kesepahaman tidak berarti Selat akan dibuka; selat akan tetap tertutup sampai kami menganggapnya tepat.
Benjamin Netanyahu giving direct orders to Secretary of War Hegseth and Secretary of State Rubio today.
Aggressive finger pointing, serious faces, and “yessir” seen from Rubio and Hegseth.
Wow.
Iran pun melakukan kalkulasi yang sama. Momentum pemakaman dimanfaatkan sebagai panggung diplomasi untuk menunjukkan bahwa negara tersebut tetap memperoleh legitimasi dan pengakuan internasional di tengah tekanan yang dihadapinya.
Indonesia tidak hanya menghitung hubungannya dengan Iran, tetapi juga hubungan strategis dengan Amerika Serikat, posisinya di ASEAN, keanggotaannya dalam G20 dan BRICS, kepentingan ekonomi nasional, keamanan kawasan, hingga dinamika politik domestik.
Membaca Melalui Perspektif Game Theory
Dalam perspektif Game Theory, setiap keputusan negara merupakan hasil perhitungan strategis yang selalu mempertimbangkan respons aktor lain.
Pendekatan tersebut dikenal sebagai multi-alignment, yakni strategi menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan tanpa terikat secara eksklusif pada satu blok.
Kini banyak negara tidak lagi melihat hubungan internasional sebagai pilihan biner antara Washington atau Beijing, Moskow atau Barat, maupun Riyadh atau Teheran. Sebaliknya, mereka membangun hubungan dengan berbagai pusat kekuatan sekaligus sesuai kepentingan nasional masing-2.
Politik Bebas dan Aktif di Era Multipolar
Sejak Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, Indonesia membangun identitas sebagai negara yang bebas menentukan kebijakan luar negerinya sekaligus aktif berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
Pengiriman Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR dapat dibaca sebagai sinyal penghormatan kepada Iran tanpa mengubah orientasi strategis Indonesia terhadap mitra-mitra Barat. Jakarta berusaha menjaga ruang manuver agar tetap memiliki hubungan yang produktif dengan semua pihak.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus penganut politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia tidak mudah menerima logika bahwa hubungan baik dengan satu negara harus dibangun dengan mengorbankan hubungan dengan negara lain.
Namun Jakarta juga memiliki kepentingan mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara Teluk, serta dunia Islam secara lebih luas, salah satunya Iran.
Indonesia di Tengah Persaingan Kekuatan Besar
Pada saat yang sama, Indonesia sedang memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat, terutama di bidang pertahanan, keamanan, investasi, dan perdagangan.