barusan lihat ada yang qrt kurleb katanya gini:
"SpongeBob was literally created by a Marine Biologist"
dan faktanya, benar. creatornya Spongebob, Stephen Hillenburg, adalah seorang ahli biologi laut sebelum menjadi animator.
dulunya Hillenburg lulus dari Humboldt State University dengan gelar di bidang perencanaan sumber daya laut pada tahun 1984, terus dia langsung mengajar biologi laut di Ocean Institute di Dana Point, California selama tiga tahun.
nah di Dana Point itulah Spongebob lahir.
selama mengajar, Hillenburg bikin komik edukasi berjudul "The Intertidal Zone" untuk ngedukasiin ke muridnya soal kehidupan kolam pasang surut.
nah, karakter di komik itu bernama Bob the Sponge, dan banyak karakter lain yang kemudian kita berevolusi jadi tokoh animasi di Spongebob yang kita kenal sekarang.
makanya beberapa karakter itu punya kepribadian yang sesuai banget dengan dunia asli.
misal kek patrick, dia tu memang bodo secara biologis. karena di dunia nyata bintang laut gapunya otak, sistem sarafnya juga sederhana banget.
dan masih banyak fakta laut lainnya yang Hillenburg terjemahkan di animasi spongebob 🌊❤️
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
PERSIB DIAMBANG SEJARAH!
Kemenangan atas PSM dan hasil imbang yang didapat Borneo membuka lebar peluang Hattrick juara Liga bagi Maung Bandung!
Hajatan besar akan terjadi akhir pekan depan di Jawa Barat!
Setidaknya Persib hanya butuh draw melawan Persijap tanpa harus memikirkan hasil laga Borneo.
Jika terjadi, maka akan jadi pencapaian yang sulit ditandingi klub manapun di Indonesia!
Sekali lagi Persib membuktikan memang tim ini layak bertarung dan meraih juara!
@LambeSahamjja Kota saya dinas pernah dikunjungi keisha saya salah satu keamanan nya dan memang bener bener humble pol, ada beberapa abg minta foto diturutin dan selalu bilang makasih ke tim keamanan. Gak lupa bundanya ikut dong jadi dia memang "terawasi" dengan baik oleh bundanya.
Guys, ada analisis dari ekonom Yanuar Rizki yang menurut gua adalah salah satu penjelasan paling jujur dan paling mengerikan tentang kondisi keuangan negara yang beredar sekarang.
dan tentnag apakah rupiah bisa ke 20 rb
dalam waktu dekat ini
yang bisa berujung mengulangi
masa kelam 1998
Dan gua mau sampaikan ini sejelas mungkin supaya semua orang paham apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Titik awalnya adalah satu pertanyaan sederhana. Kalau harga minyak dunia sudah di atas 100 dolar per barel dan perang Iran-AS masih panas kenapa BBM subsidi Indonesia tidak naik?
Jawabannya bukan karena negara kita kaya. Jawabannya adalah karena Pertamina yang disuruh nanggung dulu.
Yanuar melakukan simulasi berdasarkan laporan keuangan Pertamina 2024.
Kas setara kas Pertamina ada sekitar 15,4 miliar dolar AS per 31 Desember 2024.
Dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar dan kurs rupiah di 17.000 kalau Pertamina disuruh menanggung seluruh selisih subsidi tanpa segera dibayar pemerintah, kas itu hanya cukup untuk 2 sampai 3 bulan.
Artinya sekitar Juli 2026 Pertamina sudah mulai kehabisan amunisi.
Kalau hanya subsidi saja yang ditanggung tanpa kompensasi bisa bertahan sampai 6 bulan.
Tapi tetap tidak sampai akhir tahun.
Dan ini yang paling menggelisahkan dari seluruh analisis ini.
Pertamina tidak bisa 100% pakai kas sendiri. Untuk membeli minyak mentah dari luar negeri ada mekanisme yang disebut take or pay bayar dulu baru dapat minyaknya.
Karena pemerintah belum bayar kompensasi, Pertamina harus masuk ke pasar surat utang global dalam dolar AS untuk menutup kekurangan itu.
Dan investor global yang cerdas sudah membaca sinyal ini.
Mereka tahu Indonesia akan butuh lebih banyak dolar.
Jadi mereka pasang posisi duluan beli dolar, jual rupiah.
Itulah salah satu penjelasan kenapa rupiah kita melemah bahkan di saat dolar AS secara global sedang melemah terhadap mata uang lain.
Semua mata uang Asia menguat, tapi rupiah malah turun.
Itu bukan anomali itu adalah pasar yang sudah membaca kondisi fiskal kita lebih dalam dari yang disampaikan secara resmi.
Soal APBN secara keseluruhan kondisinya juga sangat mengkhawatirkan.
Defisit kuartal pertama 2026 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dalam tiga bulan pertama.
Bid ratio surat utang pemerintah yang biasanya 2,5 sampai 3 kali artinya kalau pemerintah mau ambil utang 100, pasar yang masuk 300 sekarang sudah turun ke 1,1.
Hampir tidak ada yang mau beli. Itu sinyal kepercayaan pasar yang sangat serius.
Sisa anggaran lebih atau Silpa juga di titik terendah dalam sejarah.
Yang selama ini diklaim sebagai tanda penyerapan anggaran tinggi tapi Yanuar menjelaskan sisi gelapnya.
Silpa yang sangat kecil berarti pemerintah tidak punya bantalan cash flow.
Tidak ada cadangan.
Dan isu yang sempat beredar bahwa kas pemerintah tinggal cukup untuk 2 minggu secara kalkulasi dari angka Silpa yang ada bukan sesuatu yang mustahil untuk dimengerti logikanya.
Yang paling pedas dari seluruh analisis Yanuar adalah kritiknya soal cara pemerintah mengelola kondisi ini.
Semua elit politik dapat bagian dari prasmanan polisi dapat SPPG, TNI dapat, ormas dapat, parpol dapat. Semua dibagi rata supaya tidak ada yang berbalik badan.
MBG bukan hanya program gizi ini adalah instrumen stabilitas politik yang memastikan semua kekuatan di atas tetap diam dan tetap loyal.
Tapi sementara elit-elit itu kenyang di prasmanan, kelas menengah yang membayar pajak dan menggerakkan ekonomi justru semakin terjepit. Harga susu naik.
Harga plastik naik hampir 100%. Bakso satu mangkok naik.
BBM tidak naik di atas kertas tapi semua bahan pokok tetap naik karena biaya logistik dan produksi tetap menyesuaikan harga pasar.
Yanuar menyebutnya dengan sangat tepat kelas menengah mengalami inflasi meskipun harga BBM dicekek.
Dan ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit berarti tidak ada kemampuan untuk membantu kelas menengah mengatasi tekanan itu.
Soal rupiah dan skenario terburuknya.
Yanuar bilang kalau harga rupiah yang fundamental secara perhitungan harusnya di 15.000 tapi sekarang sudah 17.000 berarti ada diskon persepsi sebesar 2.000 rupiah yang mencerminkan ketidakpercayaan pasar terhadap kondisi Indonesia.
Kalau persepsi itu memburuk lebih jauh misalnya kelas menengah mulai benar-benar marah secara masif rupiah bisa tembus 20.000.
Dan kalau ada gagal fiskal yang menyulut kemarahan publik dalam skala besar angka 22.000 yang disebut beberapa ekonom bukan sesuatu yang mustahil secara teoretis.
Skenario itu mengingatkan pada 1998.
Bukan karena identik tapi karena polanya mirip.
Fiskal yang sudah di tepi jurang, kemudian ada guncangan eksternal yang mendorong masuk ke jurang, kemudian kemarahan publik yang tidak bisa lagi ditahan.
BBM tidak naik bukan karena negara kita kuat.
Tapi karena Pertamina yang disuruh jadi tameng sementara pemerintah menyusun strategi bertahan. Tameng itu punya batas ketahanannya.
Dan kalau kondisi global tidak membaik dengan cepat kalau perang Iran tidak segera selesai, kalau harga minyak tidak turun, kalau rupiah terus melemah kita sedang dalam perjalanan menuju krisis yang jauh lebih besar dari yang diakui secara resmi saat ini.
Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Miris
Inilah fakta negara kita yg harus kalian tahu. Si tua linglung yg selalu teriak anti asing itu cuma bacot doang, asal kalian tau, dan ini terjadi masih dua hari lalu cuy..
Paradoksnya adalah, jika standar hidup rendah namun teknologinya tinggi, beberapa studi bilang populasi di bumi bisa lebih dari 8–10 miliar.
Tapi jika standar hidup tinggi seperti negara maju saat ini dan tanpa merusak alam, angka malah turun ke 1–4 miliar.
Studi ini menggunakan model ekologi (seperti Ricker logistic) dan menekankan konsumsi per kapita serta overshoot ekologis (kita saat ini menggunakan sumber daya setara 1,7–1,8 Bumi).
Bayangkan Bumi punya "kue" sumber daya terbatas yang bisa diperbarui setiap tahun (tanah subur, air bersih, hutan, ikan, mineral, energi terbarukan, dll.).
Kapasitas dukung adalah berapa banyak orang yang bisa makan kue itu secara berkelanjutan tanpa menghabiskannya lebih cepat daripada yang Bumi bisa buat ulang.
Kalau setiap orang makan sedikit (standar hidup rendah seperti makan cukup kalori dasar, rumah sederhana, transportasi minim, sedikit barang konsumsi, hampir tidak ada energi fosil atau barang mewah), maka satu kue bisa dibagi ke banyak orang.
Kalau setiap orang makan banyak (standar hidup tinggi seperti di negara maju yang mengonsumsi daging setiap hari, mobil pribadi, AC, ponsel ganti tiap tahun, penerbangan, rumah besar, banyak plastik/kemasan, konsumsi energi tinggi), maka kue yang sama hanya cukup untuk sedikit orang.
Ilmuwan biasanya pakai ukuran ecological footprint (jejak ekologis) seperti berapa "hektar Bumi" yang dibutuhkan satu orang untuk hidup.
Rata-rata di dunia saat ini adalah sekitar 2,6–2,8 global hektar (gha) per orang.
Negara maju (AS, Eropa, Australia) bisa sampai 5–8 gha per orang atau lebih (karena konsumsi tinggi).
Sedangkan Negara berkembang miskin (beberapa di Afrika atau Asia Selatan) bisa kurang dari 1–2 gha per orang.
Bumi total punya biocapacity (kemampuan regenerasi) sekitar 1,5–1,7 gha per orang kalau dibagi rata ke 8 miliar orang. Karena itu kita sudah "overshoot" (pakai 1,7 Bumi).
Kalau semua orang hidup seperti rata-rata Amerika/Eropa, kita butuh 3–5 Bumi atau lebih untuk sustain. Maka populasi maksimal yang sustainable jauh lebih rendah (banyak studi bilang 1–3 miliar orang).
Kalau semua orang hidup dengan konsumsi sangat rendah (hampir vegetarian, transportasi umum/minim, energi dasar saja), bumi bisa sustain 8–12 miliar orang atau bahkan lebih dalam skenario ekstrem (tapi dengan kualitas hidup yang rendah, dan sering tanpa ruang untuk kota, hutan lindung, dll.).
Beberapa studi lama bahkan bilang kalau pakai seluruh lahan untuk tanaman pangan ekstrem (tanpa hutan, tanpa kota), secara teori bisa sampai puluhan atau ratusan miliar, tapi itu skenario "hanya bertahan hidup", bukan hidup layak.
Makanya ada teori yang bilang, sebelum semua negara jadi maju dan semua orang jadi kaya, bumi sudah hancur duluan.
Jadi, barangkali bumi masih bertahan sampai sekarang berkat negara berkembang dan penduduk miskin.
Barangkali juga elit global tahu sehingga tetap memelihara negara miskin dan berkembang.