Kita hanyalah benih yang saling tindih
Lalu tumbuh melalui beberapa musim yang utuh
Berselang pun menjulang
Lantas saling tumbang
Dan hanya satu yang berdiri
Seraya meratap tanpa henti
Ditabur hujan kesunyian malam
Menderas pada getar kata
Sajak ditulis menepis sepi
Melebur jarak dirinya
Bunga-bunga tumbuh
Di antara jendela, kursi, dan meja
Pasti dikenalnya rindu
Merekah pada nafasmu