Menumpang kereta api dalam wilayah Republik di Jawa, circa Oktober 1946.
Ratusan orang dg pelbagai bawaan bersesakan, berebut tempat di sekujur sepur. Jadwal dan kondisi tak tentu membuat mereka rela bertaruh apa saja demi dapat terangkut. Potret IPPHOS/Arsip Nasional RI.
Negeri di Bawah Kabut. Ini dokumenter apik yang membuka selubung hidup keluarga petani di lereng Merbabu menghadapi musim dan masa yang tak tentu. Semua lewat cerita, mulut, dan suara mereka sendiri. Tanpa jargon-jargon, apa adanya.
Ritwit dan tonton: https://t.co/iY4Rn45H1k
Ki Hadjar Dewantara sekeluarga di tanah Minang, 1936. Mereka melawat Indonesisch Nederlandsch School Kayutanam binaan Engku Moh Sjafei yang seperti Taman Siswa, juga berasas kebangsaan.
Menurut Ki Hadjar, semua golongan mesti bersatu, saling sokong demi hal sepenting pendidikan.
Naluri kanak² di mana pun kiranya sama: naluri bermain, sekalipun sekadar naik ke punggung kerbau. 💙
Dari awal: Berastagi dan Makassar (1929), Madura dan Bajawa, Flores (1920-an) – arsip Tropenmuseum.
Selamat pagi.
Homemade mayonaise dan saus sambelnya adalah kunci kenikmatan tiada tara. Kombinasi sempurna antara daging rollade digoreng garing, bawang bombay, dan roti buns yang super empuk. Rasa yang ga pernah berubah sejak kecil.
Kalau ada penghargaan untuk yg bisa mempertahankan rasa dan bentuk selama puluhan tahun, Burger Monalisa bisa jadi kandidat terkuat. Mungkin memang bukan burger yang terbaik, tapi burger yang lekat di ingatan byk org terutama buat org Jogja. Maybe the first burger stall in town.
Stasiun Geofisika Ambon juga berhasil mengabadikan penampakan hilal awal bulan Sya'ban
Semoga kita diberi kesehatan dan dibebaskan dari covid-19 sehingga 30 hari lagi kita kan menyaksikan iklan sirup menguasai televisi Indonesia.