Dulu ASEAN Cup soal gengsi regional. Sekarang lebih mirip ajang memberi menit bermain buat pemain muda dan pelapis karena bentrok kalender klub.
Makanya banyak negara datang dengan skuad yang tidak penuh. Kecuali Vietnam, yang sepertinya masih menganggap trofi ini urusan hidup dan mati. ๐
@pesonasepakbola Stefan Effenberg.
Gaya mainnya galak, berani, dan aura kaptennya kerasa banget. Dari kecil selalu kagum lihat dia ngatur permainan Bayern.
Kemaren sempat ikut circle GB centang biru. Sampai akhirnya kena warning dari X.
Dari situ sadar, angka yang dibangun dengan cara instan juga bisa hilang instan.
Sekarang milih fokus ke konten, interaksi, dan pertumbuhan organik.
Mungkin lebih lambat. Tapi setidaknya akun ini tumbuh karena orang memang mau follow, bukan karena dipaksa algoritma โบ๏ธ
@indepenSumatera Udah bener organik dan ngalir aja ges. Kalo konten kita menarik followers akan datang sendiri kok. Soalnya gw juga kemaren udah sempet ditegor bos elon langsung insap gw wkwk
Dari negara berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa.
Imbang melawan Spanyol.
Imbang melawan Uruguay.
Belum terkalahkan di grup yang dihuni dua kekuatan sepak bola dunia.
Apa pun hasil akhirnya, Cabo Verde sudah menjadi salah satu kisah terbaik di Piala Dunia 2026 ๐ฅ
@garistengah_id Yang membuat Tanjung Verde menarik bukan hanya hasilnya, tetapi cara mereka mencapainya.
Mereka tidak sekadar bertahan dan berharap keberuntungan datang. Mereka berani bermain, mengambil risiko, dan menunjukkan bahwa mereka pantas berada di panggung ini.
@433 One of the best stories of this World Cup so far.
Cape Verde may not have the biggest name, but they've shown that organization, belief, and discipline can close the gap against football's traditional giants.
@gilabola_ina Keduanya punya kelebihan. Selisih gol memberi insentif menyerang di setiap pertandingan, sedangkan head-to-head lebih mencerminkan kualitas saat berhadapan langsung dengan pesaing utama. Secara pribadi saya lebih condong ke head-to-head karena terasa lebih adil.
@ainurohman Salah satu alasan Jepang terus berkembang adalah karena pemain mereka memahami peran dalam sistem, bukan sekadar mengejar statistik individu. Ueda mungkin seorang finisher, tetapi cara dia menciptakan ruang dan mengaktifkan rekan setim sama pentingnya dengan gol yang dia cetak.