Indonesian sovereign wealth fund Danantara is poised to kick off the US leg of its planned dollar bond roadshow this week, as the nation’s policymakers step up efforts to halt a deepening selloff in the nation’s markets https://t.co/8UfAAXlM0b
China "Mesin ATM" Sambil Menjilat Barat 🤣🤣🤣 elu yang boneng bos... ga begitulah... kalau mau jadi PLAYER
Ini adalah bentuk pelecehan etika yang luar biasa telanjang. Pemerintah kita datang ke Beijing dengan proposal Panda Bond, memohon-mohon aliran dana segar untuk menyelamatkan APBN yang sekarat dan membiayai proyek domestik.
Tapi begitu mikrofon humas menyala, narasinya langsung diputar demi menyenangkan telinga investor Barat:
"Tenang Barat, kita pakai duit China cuma karena bunganya lebih murah dari Dolar kok! Kami tetap setia dan patuh pada kalian!" 🤣
Oom Panda di Beijing itu diisi oleh para ahli strategi perang dan diplomat veteran kelas dunia, bukan anak kemarin sore yang bisa dikelabui dengan kosmetik humas murahan.
Mereka langsung bisa membaca motif keropos di balik kata: China cuma dianggap sebagai mesin ATM darurat, sementara hati dan kepatuhan elite Indonesia tetap merunduk ke arah BARAT.
Melanggar Hukum Tertinggi Sirkel Level Atas
Kalau butuh duit orang, belajarlah menghargai dan memuliakan pemberinya.
Di level atas, Anda tidak bisa bermain dua kaki secara vulgar dan murahan seperti itu.
Mitra strategis seperti Iran atau Rusia dipelihara habis-habisan oleh China karena mereka punya nyali untuk pasang badan dan memberikan respek geopolitik yang setara.
Sementara tim ekonomi hasil Pemilu 2024 ini bertingkah layaknya "si tolol" yang buta huruf dalam etika bergaul internasional.
Belum juga dana dicairkan, mereka sudah melecehkan harga diri sang pemberi pinjaman di depan publik global demi menjaga gengsi elite domestik agar tidak kehilangan muka di hadapan Barat.
Ketika China tahu mereka cuma dimanfaatkan duitnya doang tanpa ada komitmen etika dan respek yang riil, mereka tidak akan marah-marah di media.
Mereka cukup tersenyum ramah di depan kamera humas, bersalaman dengan sopan, lalu begitu pintu gerbang ditutup rapat, mereka membisiki kepala keamanannya:
"Kunci pintu pagar rapat-rapat. Malas gue ngomong sama orang bodoh yang tidak tahu cara minimal menghormati tuan rumah."
Sekarang, silakan para birokrat itu menikmati hasil dari delusi jagoan lokal mereka. Mau pamer infografis sukses atau bayar motivator asing Rp15 miliar per jam pun, kalau trust (kepercayaan) di sirkel level atas sudah dihancurkan sendiri oleh kebodohan narasinya,
Indonesia resmi masuk daftar: "Enggak Masuk Hitungan."
Kalau mau jadi Player, jadilah Player yabg cerdas...
😎
Bikin ulah sendiri sampai rupiah dan harga saham rontok lalu menyalahkan asing. Mengklaim fundamental ekonomi kuat tapi BPS sendiri bilang kalau 55% pertumbuhan berasal dari konsumsi bukan produksi lalu bilang kalian gak paham ekonomi Indonesia. Rezim macam apa ini!
Terlepas dikerjain asing atau ngga, tetep aja kalau kita benar dan diurus dengan benar ya mau diterpa apapun semua indikator ekonomi kita akan cukup kuat. Jadi alasan dikerjain asing blablabla, itu alasan bocah...
Prabowo Subianto (president of Indonesia) demands a Maybach pickup during overseas visits
You know what Malaysia did?
They painted a regular Mercedes 😂
===
Prabowo menuntut dijemput mobil Maybach di negara yg ia kunjungi
Pas ke 🇲🇾 dikasi apa?
Mercy biasa dicat ala Maybach 😂
Jawabannya satu: karena pertalite belum naik.
Pemerintah sekarang lagi berusaha keras menahan agar pertalite tidak naik. Tapi mereka gak bisa selamanya melakukan itu. Di titik tertentu amunisi akan habis, pertalite akan naik ke 16.000, di saat itulah baru amukan besar terjadi.