Barusan catch up sama anak mentee alumni Gojek. Dia pernah di Apple dan sekarang di Meta London.
Ternyata dia kerja bareng EM saya dulu di TikTok, yang sekarang EM di Meta, orang bule.
Tech circle di dunia ini lebih sempit dari yang kita kira. Treat your current colleagues as your future colleagues too.
Lessons penting:
1. Never burn the bridge โ besok bisa ketemu lagi di company yang sama atau malah jadi bos kamu.
2. Selalu kasih yang terbaik dan bantu orang, karena referral dan kesempatan sering datang dari koneksi lama.
3. Bangun hubungan asli, bukan cuma transaksional โ dunia tech ini kecil banget, 2-3 hop doang udah nyambung ke mana-mana.
Kamu bakal ketemu orang yang sama lagi di tempat tak terduga.
Saya rutin ke KubeCon 7 tahun terakhir ini, udah ganti 3 company pun masih ketemu orang-orang yang sama di sana.
Japan ๐ฏ๐ต understands technical development and they have been doing it right over the past 25 years.
I want to say the USA ๐บ๐ธ will but the reality is that ๐ฏ๐ต will likely be the first non CONMEBOL/UEFA nation to win the World Cup over the next 20-24 years
๐จโค๏ธ๐ค Viktor Gyรถkeres has just signed his contract as new Arsenal player! โ๐ผ
All sealed after medical tests done today, official statement to follow nextโฆ
โฆand number 1๏ธโฃ4๏ธโฃ, confirmed.
๐จโค๏ธ๐ค BREAKING: Viktor Gyรถkeres to Arsenal, here we go! Verbal agreement in place between all parties involved.
Sporting accept last bid from Arsenal for โฌ63.5m plus โฌ10m, agent will reduce his commission.
Gyรถkeres will sign five year deal at #AFC. He ONLY wanted Arsenal. ๐ธ๐ช
BMW M3 GTR dari Need For Speed: Most Wanted (2005) jadi kenyataan!
Bersama dengan NFS, BMW mewujudkan mobil ikonik dari game legendaris tersebut secara resmi untuk merayakan 30 tahun umur franchise NFS dan rilisnya Unbound Vol. 9: Prepare for Lockdown.
Kalau ingin lihat mobil ikonik ini, BMW M3 GTR Most Wanted akan dipamerkan di BMW Welt, Munich, hingga 6 Januari 2025.
Bahkan menurut BMW Blog, mobil ini bisa saja bakal dipamerkan di Goodwood Festival tahun depan ๐
Seminggu terakhir ngobrol2 lagi dengan beberapa VC dari US untuk align strategi. ๐ง๐ปโ๐ผ
Agak kaget karena jadi kelihatan bedanya dengan strategi2 di Indo. ๐คฏ
Di sini, yang sering jadi metric utama adalah Acquisition, atau seberapa banyak users yang install/register. ๐
Ternyata bagi VC2 tersebut, Acquisition itu secondary concern bagi B2C startups. Mereka gapapa ngga agresif soal akuisisi asalkan Retention bisa tinggi. (e.g., stickiness atau recurring users/cohort bisa jauh lebih tinggi dari market average)
In retrospect strategi mereka make sense karena typical purchasing power setiap user di US jauh lebih tinggi daripada di Indonesia. ๐ธ
Jadi punya users skala puluhan ribu saja, tapi dengan Retention tinggi, (yang ultimately punya kontribusi tinggi ke recurring revenue) sudah cukup untuk sustain & grow startup skala kecil-menengah. ๐
Di Indonesia banyak startup yang playbooknya berat ke Acquisition karena average revenue per user di Indo ngga tinggi, jadinya perlu menjaring user sebanyak-banyaknya supaya total revenue bisa sehat.
Banyak Series A/B+ startups di Indo punya 1+ juta registered users, tapi revenue yang lebih rendah dari startup US dengan userbase 1/10nya startup Indo.
Terakhir, focusing on Retention instead of Acquisition also means there are still plenty of room to grow the startup's revenue, karena masih banyak market potensial yang belum dijangkau.
Artinya ketika raise berikutnya, masih banyak growth stories yang bisa dikejar, beda kalau dari Series A+ saja kita sudah exhaust sekian belas persen dari available market.
All the above make sense in retrospect. Butuh retooling/unlearning playbook yang selama ini biasa diadopsi saja, dan sebenarnya jadi memberikan ruang gerak lebih tinggi untuk kita bisa fokus ke kualitas aplikasi daripada kuantitas user. ๐ง๐ปโ๐ป