Seorang pelajar melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri 2 Cibitung ke politisi PSI, Ronald Aristone Sinaga, hingga menjadi viral.
Pelajar itu juga mengaku terancam tidak bisa ikut ujian karena belum membayar iuran ke sekolah.
Namun, pihak sekolah membantah telah melakukan pungli kepada orangtua siswa. Pihak SMAN 2 Cibitung juga menekankan bahwa siswa yang melaporkan dugaan itu bisa dikeluarkan dari sekolah karena dianggap melanggar peraturan.
Penulis: Achmad Nasrudin Yahya, Fitria Chusna Farisa
Kreatif: Safira Nurulita
Produser: Tri Indriawati
#Pungli #Sekolah #SMAN2Cibitung
buat non minangnese folks, jgn percaya sama orang ini, ni orang ngejebak PSK, dipake jasanya, trus ga bayar, malah dilaporin ke polisi.
cari nama dan posisi politik.
@KPK_RI Admin nama anda siapa y?
Apkh anda sndri sdh bca buku2 tsb?
Anda tlg pgl pak firly n bpk2 yg jaga rutan kpk n srh ddk manis sambil bca 8000 buku tsb.
@Dennysiregar7 Kl gw Mulyono : trserah lo deh mo ngomong apa, jejak digital membuktikn lo prnh ngejilat gw ampe ber- busa2 ber-jilid2 dr pagi siang mlm gk brenti
Tp sorry gk ngasih lo jabatan apapun
Hakhakhak 🤣🤣🤣
@ernestprakasa Waktu Prof Mahfud blg RUU Perampasan Aset Mandeg di DPR dan Si Pacul ngomong itu tunggu KETUM partai anda knp dgn komika lain nggak turun jalan kek kemarin?
Catatan Harry Poeze menerangkan rumah Pegangsaan No.56 milik Feith itu diberikan oleh Jepang untuk Sukarno.
Rumah itu pernah dimiliki Baron van Asbeck seorang guru besar dan Moh Yamin pernah ke sana. Dijelaskan G.J.Resink di buku Rechtshoogeschool, Jongereneed, Stuw en Gestuwden