Siapa pembunuh Bambang Setiawan dan siapa yang mengeroyok Faturrohman?
Liputan investigatif, kolaborasi Project Multatuli, @BBCIndonesia, dan @suaradotcom, membedah dengan detail tentang 12 pelaku pengeroyokan yang diduga adalah aparat kepolisian.
https://t.co/uUV9UVEtvT
Saya memonitor upaya gencar @dennyindrayana menggugat ijazah SMA Wapres Gibran di Mahkamah Konstitusi.
Sbg political scientist, saya memandang rakyat punya hak yang mutlak untuk mengetahui kualifikasi pemimpinnya, termasuk utk mengetahui apakah telah terjadi konspirasi pelecehan administratif thdp persyaratan kandidat cawapres, yang juga berarti pelecehan pemilu, pelanggaran hukum dan penistaan thdp demokrasi kita. Negara ini milik kita semua, dan kedaulatan berada di rakyat, bukan pihak manapun. Hukum dan peraturan yg berlaku bagi semua WNI juga berlaku bagi Gibran.
Gibran perlu memberikan klarifikasi thdp tuduhan Denny Indrayana, apapun konsekwensinya. Bahkan menurut saya, ini kesempatan bgai Gibran utk membuktikan kualitasnya sbg politisi/pemimpin, dan bagi rakyat utk menilainya sendiri.
Namun sampai kini, tidak ada respon apapun dari Gibran - berbeda dari ayahnya yg paling paling tidak memberikan respon thdp upaya serupa Roy Suryo dkk. Bahkan Wapres Gibran terkesan menghindar dan bersembunyi ketimbang menghadapi serangan2 ini, dan mengandalkan pembelaan orang2 yg sebenarnya juga tidak tahu apa situasi sebenarnya mengenai ijazah SMAnya.
Bagi saya, logikanya sederhana : Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang ? We expect more from our leaders. Bagi yg sayang pada Gibran, silahkan, tapi anda sebaiknya lebih sayang pd Indonesia. Something to think about.
https://t.co/cExwN57lUR
Dewan Pers menyampaikan doa terbaik untuk M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, dan Donal Husni serta seluruh awak kapal yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda.
Semoga Tuhan melindungi dan segera membawa mereka pulang dengan selamat.
One year ago today, ojol driver Affan Kurniawan was killed after being run over by a police armored vehicle while delivering an order amid Jakarta protests.
"Dia merekam ritme sejarah yang sedang bernapas. Pengetahuan itu dibentuk lewat interaksi sosial yang berisik dan bising, bukan di ruang steril."
Terima kasih, Rini Febriani Hauri, atas pencerahannya lewat narasi yang mengharukan
https://t.co/mmdwFW3IPJ
Sbaiknya relasi pem.pusat& daerah dievaluasi utk cegah masalah daerah breksalasi jadi masalah nasional. Daerah2 khusus/istimewa juga dievaluasi jngan sampai kekhususan/keistimewaannya diabaikan pusat. Khusus Aceh, UU PA sbaiknya direvisi utk pastikan hasil Helsinki dilaksanakan.
Alhamdulillah, ada “good news” untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ “a good beginning”.
Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita.
Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG. Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa “unstoppable”. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor “real economy”, utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif.
Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat. Memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.
Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting. *SBY*
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
The decision by President Prabowo to deliver an unscheduled address to lawmakers on the fiscal situation tomorrow will deepen a growing sense of crisis. First time post-Reformasi, I think, that a president has come before the legislature other than the usual annual state address.
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Warganya dianggap bodoh, padahal dia sendiri yang bodoh.
Warganya dianggap tidak tahu apa-apa, padahal ada banyak ahli yang sangat bisa untuk diajak berdiskusi.
Namun rezim tetap tidak mau.
@ARSIPAJA Kota Bandung modern hari ini sepertinya memang kurang pas jika dirias ala 'kerajaan' macam itu, karena memang kota ini didesain khas kolonial. Kalau mau, kenapa tidak Dayeuh Kolot, sebagai pusat pemerintahan masa lalu saat itu yang diseperti-inikan.