Tuhan kasih hidupku berkecukupan (nggak lebih, tapi cukup), punya Mama sehat dan baik, punya teman-teman baik, pekerjaan yang baik.
Cobaannya apa?
Satu orang toxic yang selalu berusaha ngejatuhin dan ngejelek-jelekkin aku.
Hari ini puncaknya karena barang yang dia jual seharga 300k ke aku ga bisa dikonsumsi krn ternyata ilegal, dan bahkan keasliannya dipertanyakan. Kayakโฆ kok tega ngejual barang kayak gini ke temen sendiri :-/
Ada temen yang suka nawarin jualannya. Aku ga butuh tapi kubeli krn kata-katanya tuh kayak, โLe, beli dagangan gue, dong.โ
Tapi skrg sebel, sih. Semua barang yang dijual ke aku, kalo ga palsu, ya selundupan ga jelas yang intinya keasliannya jg ga jelas.
Dan dia ga bilang.
WARGA BLOK M, BAR RESTO JEPANG DIMANAPUN BERADA TOLONG PRINT OUT TEMPEL DIKASIR KALIAN..INI PEDOFIL ASLI ASAL JEPANG..YG MEMFILMKAN ANAK2 INDONESIA YANG DIA ABUSE DAN DIREKAM..SEBARKAN!!!!!!!!!
@DivHumas_Polri Ada yang lebih penting, pak:
- patroli di jalan terutama yang rawan begal
- bebersih internal
- razia motor yang platnya ditutup/dicopot
- tangkap-tangkapin scammer yang merajalela
- atasi premanisme
Aku impressed dengan salah saty brand tumbler lokal karena es batu bisa tahan lebih dari 10 jam. Tadinya mau kuposting di IG story, tapi kemudian inget ada owner tumbler lokal lain juga yang follow IGku ๐ญ
Ya udah ga jadi posting dulu untuk saat ini.
Melon Usk kalo nggak hati-hati, usernya bakal bedol desa ke Threads gara-gara algo X isinya mengutamakan cenblu sampah instead of topik yang benar-benar diminati user.
Makin ke sini banyak suami/pacar orang yang makin genit. Sekarang kalo diajak ngedate sama modelan begini, aku cuma jawab satu kalimat:
"Kalau pacar/istri kamu ngebolehin, aku sih mau aja."
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.โ
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
#LeaBaca Kumpulan Budak Setan. Antologi cerpen karya Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad.
Cerpen tema horror yang ditulis dengan indah.
Wajib ada di koleksi bukumu.
#LeaBaca Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan oleh Ester Lianawati.
Aku suka banget cara penulisan beliau yang nggak menggurui. Ini semacam pengantar feminisme sih kalau kataku.