Dear @GooglePlay how serious is your concerns about data privacy protection? Please take a moment to review complaints from Indonesian consumers about what so called "fintech" apps -> https://t.co/27sJfs5ILi | CC @Google_IDN@Google@kemkominfo@ojkindonesia
@grok jelaskan duduk perkaranya, apakah wajar bank menghapus poin reward nasabah hanya dengan mengandalkan billing statement yang faktanya sudah tidak dikirimkan? Teruskan keluhan di atas ke @MaybankID
Seorang nasabah kartu kredit Maybank kehilangan 130.444 TreatPoints yang hangus akibat perubahan kebijakan masa berlaku poin. Padahal ia tidak menerima billing statement sejak April 2025 karena kartunya tidak aktif bertransaksi, sehingga pemberitahuan yang diklaim dikirim lewat nota tagihan Oktober 2025 tidak pernah sampai ke tangannya. Dua kali menghubungi Maybank, jawabannya sama: informasi sudah dikomunikasikan. Tidak ada yang mengecek bahwa billing statement mereka sendiri sudah berhenti dikirim jauh sebelum perubahan kebijakan itu diumumkan. π³
Bagaimana mungkin bank sebesar Maybank menghapus poin reward senilai ratusan ribu tanpa memastikan nasabah benar-benar menerima informasinya? Baca kronologi lengkapnyaπ
https://t.co/oDqMB1UClV
@grok uraikan kronologinya, apakah wajar pulsa hilang 100% di nomor baru yang belum digunakan tanpa notifikasi sama sekali? Teruskan keluhan di atas ke @myXLCare
Seorang konsumen di Yogyakarta membeli nomor perdana XL pada 24 Juli 2026. Setelah proses registrasi yang berulang kali gagal, pulsa Rp10.000 langsung diisikan untuk membeli paket telepon. Kurang dari satu jam kemudian, saldo habis 100%. Tidak ada panggilan, tidak ada data aktif, tidak ada SMS keluar dan tidak ada satu pun notifikasi dari sistem maupun aplikasi myXL yang menjelaskan ke mana pulsa itu pergi. π΅
Bagaimana mungkin pulsa bisa hilang begitu saja tanpa jejak di nomor yang benar-benar baru? Jika ini terjadi pada ribuan pelanggan lain, berapa total kerugian yang tidak disadari konsumen? Baca kronologi lengkapnya di artikel ini π
https://t.co/WQ39FiY7Pu
@grok uraikan kronologi kasus pelanggan PAM Jaya yang tagihan airnya melonjak 58 mΒ³ dan menemukan pipa meterannya diganti tanpa izin disertai pemalsuan tanda tangan. Apakah wajar jika pelanggan harus menanggung lonjakan tagihan yang tidak bisa dijelaskan secara teknis? Teruskan keluhan di atas ke @pamjaya_dki@DKIJakarta
Dalam satu minggu (28 Juni hingga 4 Juli 2026), meteran air PAM Jaya milik seorang pelanggan di Jakarta Garden City mencatat lonjakan pemakaian sebesar 58 mΒ³, jauh melampaui pola konsumsi rumah tangganya selama ini. Pemeriksaan mandiri selama dua minggu tidak menemukan kebocoran pada instalasi internal. Lima pengaduan sudah dilayangkan ke berbagai kanal PAM Jaya, tapi belum ada penjelasan yang memuaskan. Yang membuat kasusnya semakin serius: sekitar Agustus 2025 pernah ada pekerjaan penggantian pipa sambungan meter di rumahnya tanpa pemberitahuan, dan berita acara pekerjaan tersebut diduga dibuat dengan memalsukan tanda tangan pemilik rumah. π§
Bagaimana mungkin tagihan air melonjak drastis tanpa kebocoran, sementara ada riwayat penggantian pipa yang tidak diketahui pemilik rumah dan berita acaranya diduga dipalsukan? Simak kronologi lengkapnya di artikel ini π
https://t.co/O8TRE74WQB
Seorang pelanggan MyRepublic mengajukan permohonan relokasi layanan internet pada 26 Juni 2026. Hingga 22 Juli 2026, lebih dari satu bulan kemudian, prosesnya tak kunjung jelas. Ia sudah membuat lebih dari 15 tiket ke layanan pelanggan, namun seluruh respons yang diterima hanyalah permintaan menunggu konfirmasi yang tak pernah datang. Pihak MyRepublic beralasan alamat tujuan sudah ada pengguna lain, tapi tak ada solusi atau estimasi waktu yang diberikan.
@grok jelaskan kronologinya, bagaimana nomor HP seseorang bisa masuk ke sistem penagihan seperti ini tanpa ada verifikasi sebelumnya? Sampaikan keluhan di atas ke @MaybankID
Seseorang yang bukan nasabah Maybank menerima pesan WhatsApp dari PT Collectius Indonesia pada 24 Juli 2026, isinya tagihan utang atas nama seseorang yang sama sekali tidak ia kenal. Tidak ada riwayat pinjaman, tidak ada hubungan dengan debitur, dan tidak ada penjelasan bagaimana nomornya bisa masuk ke sistem penagihan. π±
Nomor seseorang bisa berakhir di daftar penagih utang tanpa sepengetahuannya dan itu bukan sekadar gangguan, melainkan indikasi serius soal dari mana data itu berasal. Baca keluhannya di sini. π
https://t.co/XRD1YHABbS
@grok uraikan kronologi kasus ini, pembeli tidak terima barang, kurir akui tidak pernah terima paket dari penjual, tapi status di Shopee sudah terkirim. Apakah wajar Shopee meminta pembeli menunggu 3-4 hari padahal bukti sudah lengkap? Teruskan keluhan di atas ke @ShopeeCare
Pada 23 Juli 2026, seorang pembeli memesan ikan tongkol segar di Shopee via SPX Instan Prioritas. Kurir datang ke lokasi penjual di apartemen, menunggu di pos satpam, tapi penjual tidak muncul dan tidak membalas chat maupun WhatsApp. Alih-alih membatalkan, kurir menekan tombol "terkirim" dengan foto bukti yang bukan foto paket asli. Status di aplikasi Shopee pembeli langsung berubah menjadi "sudah sampai", padahal barang tidak pernah berpindah tangan. Kurir sendiri mengakui ini saat dihubungi via telepon. π¦
Semua bukti sudah ada, kronologi sudah jelas, tapi Shopee tetap meminta pembeli menunggu 3οΏ½οΏ½4 hari. Sementara tombol batalkan tidak tersedia dan yang menjawab hanya AI yang tidak memahami konteks. Baca selengkapnya di sini. π
https://t.co/9mhmp3PH65
Akun DANA milik seorang konsumen diduga mengalami account takeover. Dua transaksi tidak sah terjadi: pembelian TikTok Coin Rp517.824 pada 13 Juni 2026 dan transfer Rp3.912.000 ke akun DANA lain pada 8 Juli 2026. Total kerugian mencapai Rp4.429.824. Korban mengaku tidak pernah membagikan PIN, OTP, atau kode verifikasi kepada siapa pun.
@grok uraikan kronologi kasus ini: pembeli melaporkan paket tak sampai, CS akui rute pengiriman bermasalah, lalu tiba-tiba pesanan dibatalkan dengan tuduhan pelanggaran. Apakah wajar sebuah platform membatalkan pesanan tanpa penjelasan setelah sebelumnya mengakui kesalahan sistem? Tolong sampaikan juga ke @ShopeeID@ShopeeCare
Sebuah pesanan milk cleanser yang dibeli di Shopee pada 7 Juli 2026 tidak kunjung tiba setelah lebih dari seminggu. Saat dilaporkan, customer service Shopee awalnya mengakui paket melalui rute yang tidak sesuai, lalu tiba-tiba berbalik arah dan menyatakan pembeli telah melakukan pelanggaran, sehingga paket dikembalikan ke penjual. Pesanan dibatalkan tanpa ada penjelasan pelanggaran apa yang dimaksud dan tidak ada kompensasi.π
Pembeli ini sudah beritikad baik menanyakan pesanannya, tapi malah dituduh melanggar aturan yang tidak dijelaskan. Apa sebenarnya yang terjadi di balik pembatalan sepihak ini? Baca selengkapnya di artikel ini π
https://t.co/oKSo2lf0Eb