Teman-teman, yang hari ini berada sekitaran lokasi aksi dan tidak bisa ikut turun, tolong banget bantu untuk dokumentasi kalau ada yang ditangkap, intimidasi, dapat kekerasan atau apapun itu.
Saling jaga satu sama lain, apapun itu bentuknya adalah bagian dari perlawanan.
Atasan aku (WNA) waktu ada demo beberapa waktu lalu: “Gimana menurut kamu soal orang-orang yang demo?”
Jujur, aku pikir beliau mau komplain soal macet atau hal semacamnya. Tapi aku gak mau jawab bohong.
Aku: “Saya mendukung, Pak. Karena mereka menuntut hak mereka, hak-hak kami yang tidak bisa ikut turun untuk demo.” (Takut sbnrnya jawab begini)
Bapake: “Aku juga mikir gitu. Setiap aku lihat driver aku, art aku, karyawan-karyawa local, orang-orang jualan, liat orang yang desak-desakan di transum… hati aku sakit dan aku ngerasa gak tega. Kalian harus tuntut dan dapatin hak kalian. Udah gajinya gak seberapa tapi masih aja ditindas. Aku dukung banget kalian menuntut.”
Aku dengerinnya sampe speechless.
patut dicurigai permainannya:
pertama, stok batubara masih sangat melimpah, tapi stoknya sengaja diekspor ke luar negri.
kedua, hasil ekspor batubara mendatangkan banyak dollar ke dalam negri, akhirnya rupiah mulai menguat.
ketiga, pemerintah jadi pahlawan karena bisa mengatasi lemahnya rupiah.
kesimpulan, rakyat tetaplah jadi korban blackout, industri rumahan terganggu, dan ekonomi macet.
mafia tambang menang, yang kalah seluruh rakyat indonesia, dan embege akan masih jalan.
liat di threads tadi ada kak gabriellaocv, yg ngenotice ada orang di atas gedung
Ngeliat mahasiswa demo ❌
Mencari org org sus di atas gedung ✅
So far uda nemu 3 org di pinggir gedung tinggi, di atas Hotel Indonesia, UOB, Graha Mandiri
perwakilan mahasiswa UI:
"kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata"
"kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia"
terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
Rapatkan barisan gais!
Kalo belum bisa ikutan, bantu sebarkan.
Karena biasanya aksi yang begini ga muncul di media mainstream.
Kalo bukan kita, siapa lagi?