Kisah pilu, momen seorang anak SMP bernama Ikhsan yang sedang berpamitan dengan teman2nya karena di minta oleh orang tua untuk putus sekolah padahal sedang rajin2nya, untuk dapat membantu menghidupi keluarganya dengan berjualan ayam goreng di alun2 Tanjungsari.
tt : nayyara kpnau
@SistersInDanger Kristen pasti agama brengsek itu. Sekarang banyak tipe2 Kristen Radikal tukang adu domba, fitnah, dll kayak penjajah. Back to the real character
@LambeSahamjja Mungkin info penarikan cukup relevan dan bisa jadi probabilitas. Tapi, kalo bicara delisting itu lebih ke tebar fear. Dia lebih dari ritel latah & reaktif. Gak semudah itu membuat kesimpulan kasus kek gitu. Lol
@YoursplendidBoy@rumputkeci84043@LambeSahamjja Kok lu bawa2 islam? Emg dia berbicara atas nama Islam? Ini masalah penipuan bukan agama. Kok bisa bikin kesimpulan segampang itu. Di agama lu gak diajarin gini kan?
@mutiiiaaa_@rumputkeci84043@LambeSahamjja Gua muslim tapi gua gak kayak elu. Kok lu bawa2 muslim, emg dia bilang mewakili muslim atau berbicara an muslim? Gak usah bawa2 muslim kan bisa. Orang kok gampang banget melabeli sesuatu. Bahkan dia bilang gak ada unsur muslim. Ini sesama muslim malah bikin keruh. Lol
@baffypiee@rumputkeci84043@LambeSahamjja Gua muslim tapi gua gak kayak elu. Kok lu bawa2 muslim, emg dia bilang mewakili muslim atau berbicara an muslim? Gak usah bawa2 muslim kan bisa. Orang kok gampang banget melabeli sesuatu. Bahkan dia bilang gak ada unsur muslim. Ini sesama muslim malah bikin keruh. Lol
@rawonpanasku@rumputkeci84043@LambeSahamjja Gua muslim tapi gua gak kayak elu. Kok lu bawa2 muslim, emg dia bilang mewakili muslim atau berbicara an muslim? Gak usah bawa2 muslim kan bisa. Orang kok gampang banget melabeli sesuatu. Bahkan dia bilang gak ada unsur muslim. Ini sesama muslim malah bikin keruh. Lol
Guys, Leon Hartono baru bikin video yang menurut gue salah satu yang paling jujur dan paling berguna soal kondisi market sekarang dan cara bertahan di tengahnya.
Bukan hype.
Bukan pompom.
Tapi breakdown portfolio dia yang real dan pelajaran dari market crash yang lagi terjadi.
Realita yang Leon hadapi sekarang:
Portfolio saham Indonesia Leon sempat tumbuh bagus di Q4 2025 sampai Januari 2026.
Lalu balik ke level November 2025.
Sakit? Sakit banget kata dia sendiri.
Tapi kenapa dia tidak stres dan tidak kena mental?
Karena dari awal dia sudah tahu drawdown itu pasti datang.
Bukan berarti dia bisa prediksi kapan pasnya.
Tapi dia paham bahwa drawdown itu bagian dari perjalanan investasi bukan tanda bahwa sistemnya salah.
Kenapa banyak yang kena -50% sampai -60%:
Leon menyebut pola yang sama berulang terus.
Orang masuk bukan karena riset tapi karena FOMO. Teman kiri kanan sudah cuan.
Influencer teriak-teriak. Baru ikutan masuk.
Dan biasanya ketika orang baru ikutan masuk market sudah telat.
Contoh nyata:
rally saham Indonesia dimulai dari April 2025.
Tapi banyak yang baru masuk November-Desember 2025 atau bahkan Januari 2026 tepat sebelum koreksi besar.
Begitu merah langsung panik cut loss.
Lalu menyalahkan semua orang kecuali cara masuknya sendiri.
Crypto scam, saham Indo scam, saham US scam. Semua salah kecuali evaluasi cara masuknya yang tidak pernah dilakukan.
Tiga faktor yang bikin IHSG tertekan di 2026:
Satu isu MSCI.
Morgan Stanley Capital International tidak menambah emiten baru.
Saham-saham yang mengejar masuk MSCI langsung crash duluan di Januari akhir.
Domino effect karena banyak yang pakai margin jaminannya turun, terpaksa jual saham lain, yang lain ikut turun.
Dua perang Iran dan eskalasi geopolitik.
Tiga - kekhawatiran investor asing soal fiskal Indonesia.
Tapi Leon percaya ketiga faktor ini sifatnya lebih sementara daripada permanen.
Dan justru di sinilah kesempatan muncul bagi yang tidak panik.
6 passive income Leon sekarang breakdown real:
Satu Valas asing.
Leon pegang Singapore dollar, Swiss franc, dan US dollar.
Secara historis ketiganya menguat terhadap rupiah 2-5% per tahun.
Dikombinasikan dengan bunga misalnya USD di bank Indonesia bisa dapat 4,5% per tahun total return bisa cukup menarik untuk porsi konservatif.
Dua Reksa dana pendapatan tetap (RDPT).
Ini porsi terbesar portfolio Leon.
Tapi dia tegas RDPT bukan garis lurus.
Ada volatilitas, terutama yang isinya government bonds karena sensitif terhadap pergerakan suku bunga.
Ketika suku bunga naik harga obligasi turun RDPT tertekan.
Sebaliknya saat suku bunga turun RDPT naik.
Leon saat tensi perang memuncak sempat geser dari RDPT obligasi negara (RDPT) ke RDPT obligasi korporat (RDPU) yang lebih stabil di kondisi global yang tidak menentu.
Pattern yang dia temukan: RDPT berbasis obligasi korporat cenderung lebih tahan saat gejolak global. RDPT berbasis government bonds lebih volatil tapi lebih kencang naiknya saat suku bunga dipangkas.
Tiga Emas via saham tambang emas.
Leon tidak pegang emas fisik sebagai porsi utama.
Dia dapat eksposur emas lewat saham perusahaan tambang emas yang dibelinya saat harga di 3.000-an.
Hasilnya: dalam 6 bulan saham emas naik sekitar 80% sementara harga emas fisik hanya naik 20%.
Kenapa bisa jauh lebih tinggi?
Karena saham tambang emas itu omsetnya = volume ekstrak dikali harga emas.
Kalau harga emas naik omset meledak.
Ditambah efek leverage operasional dan valuasi yang waktu Leon masuk masih murah.
Ini yang Leon sebut sebagai winning portfolio-nya di periode ini.
Empat Saham Indonesia.
Leon masih pegang dan masih pantau.
Justru di saat fear tinggi dia lihat ini sebagai kesempatan untuk masuk di harga diskon.
Dia juga partisipasi di WBSA IPO.
Dan dia sharing tips membaca tradebook dan running trade untuk identifikasi apakah ada smart money yang masuk atau masih retail semua.
Kalau yang jual itu 1 lot, 2 lot, 3 lot terus itu retail semua.
Smart money belum masuk.
Lima Bank digital.
Leon sebarin ke beberapa bank Jago, Blu, Superbank, Neobank, Seabank.
Return 5-8,5% per tahun tergantung bank dan promo.
Tapi dia tegas soal risiko:
return di atas LPS tidak dijamin.
Bank digital mendapat return dari menyalurkan ke pinjol atau peer-to-peer lending yang bunga pinjamannya bisa sampai 35-100%+ per tahun.
Selama pembayaran lancar aman.
Tapi kalau gagal bayar melonjak bisa bermasalah.
Higher return pasti ada higher risk.
Jangan lupa itu.
Enam Crypto.
Porsi Leon saat ini sudah sangat kecil. Sisa Bitcoin yang tidak dia otak-atik dan tidak berencana jual. Sudah mulai nyicil Hyperliquid (HYPE) di harga 29 โ tapi total baru 3-5% dari portfolio.
Untuk masuk kembali secara agresif dia tunggu 4 checklist: historical pattern Bitcoin halving cycle, prospek Fed rate cut, sentimen pasar yang sudah putus asa (retail pada menyerah), dan regulasi yang lebih pro-crypto.
Pelajaran terpenting dari Leon:
Orang yang pasti tidak sukses di investasi adalah yang pengen one shot one kill.
Sekali masuk langsung jackpot.
Kemenangan cepat pakai margin justru merusak mental karena mengajarkan pola yang tidak sustainable.
Dan sekali kena geprek semua yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun bisa habis seketika.
Yang paling diuntungkan selalu orang yang sudah ada di market sebelum rally datang bukan yang masuk karena ikut-ikutan hype di pucuk.
Perjalanan investasi kita itu sampai kita jadi kakek. Bukan 1 atau 2 bulan.
@endoe21@wangarings@LurahYudea Sekarang ada anekdot baru yg sangat lucu, "Kenapa kamu dukung Israel yg melakukan genosida, penjajahan, dan kejahatan kemanusiaan? Karena aku Kristen."
Deaths in the name of someone elseโs war.
Three Indonesian UNIFIL peacekeepers lost in 48 hours in southern Lebanon.
Peacekeepers are not combat forces, no mandate to fight. And yet, they became the target anyway.
This is what the collapse of the liberal international order looks like: institutions built to enforce shared rules, rendered powerless the moment powerful actors choose to ignore them.
Deepest condolences to the families left behind ๐