Bukti bts tidak pernah lypsinc dan suara enak.
"RM"
"Namjoon"
"Heyy"
*lempar kupluk*
Kurang greget apa dia manggil Namjoon gak nyaut2 mana sambil nyanyi 🤣🤣
sedih… sedih banget rasanya… 🥲
sebagai perempuan aku ngerasa yoga is my SAFE SPACE. the only space where i can feel safe wearing anything i want. the only space where i can express myself freely.
ternyata ada kasus PELECEHAN SEKSUAL DI GRIPA STUDIO. murid lagi mandi DIREKAM. studionya gimana? ya… gitu deh… kesannya malah lindungin pelaku ^^
shame on you gripa studio, semoga semua perempuan bisa ngerasa aman dan nyaman di mana pun.
(fotoku di bawah bukan di gripa studio)
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Based on my mentions, four or five days later, the onslaught of Malaysians fighting back against those racist 🤏🏼, has now changed shifts.
Indonesia is on duty and taken lead with maximum assault mode on the micro plastics with Philippines and Thailand in support formation.
*me nyelipin masalah kesetaraan gender di dalam penjelasan materi sosiologi tentang mobilitas sosial*
Murid cowok: “pak berarti kalau ada kesetaraan gender gitu kita boleh nabok cewek dong”
Me: “dek, semisal gaada kesetaraan gender pun kamu tiba2 nabok sesama cowok tanpa sebab jelas ya salah itu namanya”
Murid cowok: “iya juga ya pak”
Me: “kenapa sih beberapa di antara kalian kalau ngomongin masalah kesetaraan gender selalu yang diperhatikan masalah berantem sama cewek, cewek harus ngerasain jadi kuli, atau boleh bales nabok cewek, kesetaraan gender itu fokusnya dimana cewek dan cowok punya kesempatan yang sama di berbagai bidang, di kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, pemilihan nasib dll, jangan selalu yang dibicarakan masalah anarkisnya. Ini kak kakak membicarakan mobilitas sosial, jadi maksud kakak supaya tanpa ada diskiriminasi gender, seorang perempuan seharusnya bisa bermobilitas sosial vertikal naik tanpa halangan yang ga perlu”
@yusrilfahriza Eh baru tau lagi marak kayak gini ya? Pantesan saya bisa di telepon 20x sehari sama nomer gak di kenal. Akhirnya saking keselnya saya block nomer dari uknown number
@remotivi Saya pemakai Nazava bertahun tahun. Bagus banget ini Nazava. Harganya cukup terjangkau, gak pernah bocor, simple, gampang buat ganti filternya.
pasar minggu is not fucking real dude. tadi ada 2 bapak2 berantem cekek2an and a schoolgirl was screaming "UDAH!!! UDAH!!!" while the speakers near market were playing the fucking mission impossible theme song. i did not make this up ini yg bikin gw ketinggalan kereta