..sambil melangkah kembali kedalam sekolah dan mengunci kembali gerbang sekolah Pak Kumis pun melangkah mengikuti Kepala sekolah, Pak Yani dan 2 orang polisi kembali kedalam ruang kepala sekolah..
penjaga sekolah Pak Kumis seraya NUNU bertanya.."emang ada apa pak"..SIA menambahkan pertanyaan pada Pak Kumis.."iya pak..kenapa sekolah tiba2 diliburin dan kenapa ada pak polisi segala !?"...Reza pun bertanya kepada Pak Kumis "ada kasus apa pak dan siapa korbannya !?"...
"ayo..ayo..pada pulang sekolah sebelum ditangkep polisi dan dipenjara"...Pak Yani mendekati para murid dan menambahkan bisikan "awas...jangan cerita macem2..ingat..Pak Yani akan kasi hukuman berat kalo kalian ngomong"...dengan wajah kurang puas NUNU, SIA dan Reza mendekati
penjaga sekolah Pak Kumis pun langsung membuka gerbang sekolah dan meminta agar seluruh murid segera pulang dengan gerakan tangan menggiring dan mengarahkan semua murid yg audah menunggu di depan pagar gerbang sekolah untuk pulang langsung kerumah...
...salah seorang polisi menambahkan dengan wajah tegang dan berkata "Oia...jika ada diantara anak2 murid SDN 21 mengetahui siapa teman akrab dan sering main bersama Ajeng tolong kasi tahu bapak ya...supaya bisa membantu bapak polisi mencari orang yg berbuat jahat sama Ajeng ya"
masuk sekolah esok harinya...mohon disampaikan kepada orang tua masing2 ya"...dengan muka garang Pak Yani berkata.."Tolong langsung pulang kerumah ya anak2 sekalian, jangan main kemana2 lagi..awas kalo tidak langsung pulang akan bapak hukum nanti"
yang berjalan mendekati depan gerbang dan sambil menampakkan wajah sedikit senyum yg dipaksakan Kepala sekolah Pak Sutrisno berkata didepan pagar gerbang.."Assalamualaikum dan selamat pagi anak2...bapak mengumumkan hari ini sekolah diliburkan selama 1 hari dan akan kembali masuk
di komplek dokter ada layar tancep didepan rumah pak haji khasan katanya"..tak lama ada suara terompah langkah kaki 5 orang dewasa yg keluar dari ruang kepala sekolah diantaranya ada Guru matematika Pak Yani,penjaga sekolah Pak Kumis,Kepala Sekolah Pak Sutrisno dan 2 orang Polisi
.."hei...tumben..kok pagernya belum dibuka2..padahal kan udah jam 7 lewat..jangan2 pak kumis ketiduran dirumah sawahnya dan luoa bangun pagi tuk bukain pager sekolah karena tadi malem nonton layar tancep ampe pagi lagi"...Andri Camat menjawab " mungkin...kan soalnya tadi malem
tampak wajah Dewi, Andrio, Fahri dan Nanda terlihat murung dan pendiam serta saling melihat wajah maaing2.. tidak seperti murid2 lain yg sudah menunggu terbukanya gerbang sekolah...Khornelis melihat sekitar dan mulai berbisik dgn teman2 disampingnya
"gua bawa 5 aje hehehe"...mendengar jawaban Gugun Reza dan Khornelis kompak saling memandang wajah dan menjawab bersama2.. "ah...elo mah emang gak modal melulu"...dan ketiga nya pun tertawa bersama "wuahahahaha"...
.."hai SIA dah datang"...SIA menjawab dengan senyuman manis.. "ah aku gak jago bahasa bahasa sunda..namaku aja seperti nama orang sunda"...Gugun, Khornelis dan Reza tampak sibuk memeriksa gundu2 yg mereka bawa kesekolah yg disimpan di tas dan kantong2 celana mereka..Gugun berkata
James dan Dewi pun tiba dengan menggunakan mobil jemputannya masing2...Andri Camat turun dengan senyuman diwajahnya sambil mencium ayahnya dan melangkah mendekati gerbang sekolah...andri menyapa dengan logat bahasa sunda Banten..
MAMAN, NUNU dan SIA pun saling menyapa dengan anggukan kepala dan senyuman semangat mereka bertiga karena selalu tiba bersama melangkah menuju sekolah...tak lama Andri Camat, Yuli, Gugun, Reza Pahlawan Putra, Ardi, Andrio Fabia, Candra (Nanda) Sukmana, Fahri, Khornelis S. Parera
kepala tanda setuju ...wajah NUNU pun tersenyum lebar dan berkata "ok deh..jangan lupa aku jemput jam 7 nanti malam setelah aku ngerjain PR ya"...NUNU pun kembali berjalan menuju arah sekolah dengan tangan yg melambai mengiringi langkah cerianya pagi itu....setibanya disekolah